AS Suntik Dana Rp63 triliun ke Ukraina, untuk Apa?

Selasa, 06 Agustus 2024 - 17:30 WIB
loading...
AS Suntik Dana Rp63...
Ukraina mendapat suntikan dana sebesar Rp63 triliun dari Amerika Serikat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ukraina telah menerima hibah sebesar USD3,9 miliar (sekitar Rp63 triliun dengan kurs saat ini) dari Amerika Serikat melalui Bank Dunia. Hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri Ukraina Denys Shmygal dalam saluran Telegramnya.

“Ini adalah dukungan anggaran langsung tahap pertama dari Amerika Serikat pada tahun 2024. Secara total, tahun ini Ukraina akan menerima dukungan anggaran langsung sebesar $7,8 miliar dari Amerika Serikat,” tulisnya dikutip dari TASS, Selasa (6/8/2024)

Baca Juga : Terancam Bangkrut, Ukraina di Ambang Gagal Bayar Utang

Secara terpisah, Menteri Keuangan Sergey Marchenko bahwa hibah saat ini akan membantu pemerintah Ukraina mengganti pengeluaran prioritas di bidang sosial dan kemanusiaan tanpa menambah beban utang.

"dana tersebut akan membantu membiayai pengeluaran anggaran prioritas seperti gaji guru, dokter dan penyelamat, serta tunjangan sosial." ujar Sergey

Baca Juga : AS Kelilit Utang Rp563.357 Triliun, Ukraina Bakal Kehilangan Pendonor?

Sekedar informasi, kemenkeu Ukraina mencatat sejak Februari 2022, dukungan anggaran langsung dari Amerika Serikat telah mencapai hampir US$ 27 miliar (Rp 436 triliun), sumber bantuan keuangan terbesar bagi Ukraina. Hibah tersebut merupakan bagian dari paket dukungan besar senilai US$ 60 miliar (Rp 970 triliun) bagi Ukraina.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Rekomendasi
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved