Kepercayaan Meningkat Sayap Maskapai Kembali Mengepak
Selasa, 25 Agustus 2020 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
Memang tidak bisa dipungkiri cukup tingginya frekuensi penerbangan ini menyusul libur panjang 20-23 Agustus 2020. Pola ini seperti kondisi normal, yakni frekuensi penerbangan pada libur panjang lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Namun, hal ini juga didukung tingkat pemahaman traveller terhadap protokol kesehatan yang cukup tinggi sehingga membuat aktivitas di bandara berjalan lancar dan operasional penerbangan tidak terganggu.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan, transportasi udara memiliki tiga kelebihan dibanding dengan moda transportasi lain. Pertama, fleksibilitas, ditandai dengan besarnya jumlah pergerakan misalnya jika ada permintaan (demand) yang cukup besar, maka maskapai pasti akan membuka rute atau meningkatkan frekuensi penerbangan. (Baca juga: Biar Enggak Resesi, Sri Mulyani Kebut Belanja Pemerintah)
“Kedua, penerbangan juga memiliki kapasitas yang ditandai dengan kemampuan dan daya angkut yang cukup besar dan dapat dimobilisasi secara cepat. Ketiga, konektivitas, di mana moda transportasi udara adalah moda transportasi yang paling cepat dan efisien untuk membuka akses ke dan dari suatu daerah, apalagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan,” jelas Awaluddin.
Bersama stakeholder, PT Angkasa Pura II siap menjalankan tiga strategi untuk menggairahkan industri penerbangan di Tanah Air. Ketiganya yakni meningkatkan utilisasi slot penerbangan, pengaktifan kembali rute-rute yang sempat ditutup karena pandemi, dan peningkatan frekuensi penerbangan di rute yang telah aktif. Di saat bersamaan, perseroan juga menjalankan Safe Travel Campaign guna memberi keyakinan kepada masyarakat.
Terus tumbuhnya traffic penumpang sejak Mei hingga pertengahan Agustus juga turut dirasakan operator bandara di Indonesia bagian timur, yakni PT Angkasa Pura I (Persero). Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, hal ini semakin menumbuhkan optimisme kebangkitan industri aviasi. “Angkasa Pura I juga konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang ketat sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir untuk melakukan perjalanan udara,” ucap Faik Fahmi. (Baca juga: Zulhas Sebut Gaya Kepemimpinan Amien Rais Ibarat Pesawat)
Selain konsistensi menerapkan protokol kesehatan di bandara, lanjut Faik Fahmi, Angkasa Pura I juga melakukan upaya lain untuk memudahkan dan menambah kenyamanan masyarakat melakukan perjalanan udara seperti penyediaan fasilitas rapid test di 11 bandara dan penambahan jam operasional bandara.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan, transportasi udara memiliki tiga kelebihan dibanding dengan moda transportasi lain. Pertama, fleksibilitas, ditandai dengan besarnya jumlah pergerakan misalnya jika ada permintaan (demand) yang cukup besar, maka maskapai pasti akan membuka rute atau meningkatkan frekuensi penerbangan. (Baca juga: Biar Enggak Resesi, Sri Mulyani Kebut Belanja Pemerintah)
“Kedua, penerbangan juga memiliki kapasitas yang ditandai dengan kemampuan dan daya angkut yang cukup besar dan dapat dimobilisasi secara cepat. Ketiga, konektivitas, di mana moda transportasi udara adalah moda transportasi yang paling cepat dan efisien untuk membuka akses ke dan dari suatu daerah, apalagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan,” jelas Awaluddin.
Bersama stakeholder, PT Angkasa Pura II siap menjalankan tiga strategi untuk menggairahkan industri penerbangan di Tanah Air. Ketiganya yakni meningkatkan utilisasi slot penerbangan, pengaktifan kembali rute-rute yang sempat ditutup karena pandemi, dan peningkatan frekuensi penerbangan di rute yang telah aktif. Di saat bersamaan, perseroan juga menjalankan Safe Travel Campaign guna memberi keyakinan kepada masyarakat.
Terus tumbuhnya traffic penumpang sejak Mei hingga pertengahan Agustus juga turut dirasakan operator bandara di Indonesia bagian timur, yakni PT Angkasa Pura I (Persero). Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, hal ini semakin menumbuhkan optimisme kebangkitan industri aviasi. “Angkasa Pura I juga konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang ketat sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir untuk melakukan perjalanan udara,” ucap Faik Fahmi. (Baca juga: Zulhas Sebut Gaya Kepemimpinan Amien Rais Ibarat Pesawat)
Selain konsistensi menerapkan protokol kesehatan di bandara, lanjut Faik Fahmi, Angkasa Pura I juga melakukan upaya lain untuk memudahkan dan menambah kenyamanan masyarakat melakukan perjalanan udara seperti penyediaan fasilitas rapid test di 11 bandara dan penambahan jam operasional bandara.
Lihat Juga :