Kepercayaan Meningkat Sayap Maskapai Kembali Mengepak
Selasa, 25 Agustus 2020 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
“Melalui berbagai upaya tersebut dan rencana penghapusan surat keterangan hasil rapid test nonreaktif sebagai syarat melakukan perjalanan, kami berharap dan optimistis traffic penumpang pesawat akan terus meningkat sehingga industri penerbangan lekas kembali pulih,” ucap Faik Fahmi.
Pengamat industri penerbangan , Alvin Lie menyebut rapid test tidak perlu untuk jadi syarat terbang. Agar penumpang aman, cukup protokol kesehatan ditegakkan di pesawat. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah meninjau kembali tentang syarat sertifikat rapid test-swab test sebagai syarat untuk terbang karena syarat tersebut tidak diperlukan di negara lain.
“Sudah saatnya segera meninjau kembali apakah masih diperlukan syarat sertifikat rapid test-swab test untuk terbang. Di negara-negara lain itu tidak diberlakukan syarat demikian untuk penerbangan dalam negeri. Syarat tersebut hanya untuk penerbangan internasional. Alangkah baiknya kita juga melakukan,” kata Alvin.
Dengan melihat sejumlah strategi stakeholder tersebut, INACA optimistis jumlah penumpang pesawat bisa meningkat di semester II/2020. Asosiasi usaha penerbangan nasional tersebut bahkan menargetkan pertumbuhan sebesar 20 juta penumpang pada semester kedua tahun ini. (Lihat videonya: Pelaku Ganjal ATM Babak Belur Dihakimi Massa di Banten)
“Harapan kami di semester kedua jumlah penumpang pesawat bisa sampai 20 juta lagi dengan melakukan safe campaign. Karena dengan meningkatnya jumlah penumpang pesawat, maka industri pariwisata dan masyarakat yang hidup dari sektor tersebut bisa terbantu,” kata Ketua Umum INACA Denon. (Aditya Pratama/Heru Febrianto)
Pengamat industri penerbangan , Alvin Lie menyebut rapid test tidak perlu untuk jadi syarat terbang. Agar penumpang aman, cukup protokol kesehatan ditegakkan di pesawat. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah meninjau kembali tentang syarat sertifikat rapid test-swab test sebagai syarat untuk terbang karena syarat tersebut tidak diperlukan di negara lain.
“Sudah saatnya segera meninjau kembali apakah masih diperlukan syarat sertifikat rapid test-swab test untuk terbang. Di negara-negara lain itu tidak diberlakukan syarat demikian untuk penerbangan dalam negeri. Syarat tersebut hanya untuk penerbangan internasional. Alangkah baiknya kita juga melakukan,” kata Alvin.
Dengan melihat sejumlah strategi stakeholder tersebut, INACA optimistis jumlah penumpang pesawat bisa meningkat di semester II/2020. Asosiasi usaha penerbangan nasional tersebut bahkan menargetkan pertumbuhan sebesar 20 juta penumpang pada semester kedua tahun ini. (Lihat videonya: Pelaku Ganjal ATM Babak Belur Dihakimi Massa di Banten)
“Harapan kami di semester kedua jumlah penumpang pesawat bisa sampai 20 juta lagi dengan melakukan safe campaign. Karena dengan meningkatnya jumlah penumpang pesawat, maka industri pariwisata dan masyarakat yang hidup dari sektor tersebut bisa terbantu,” kata Ketua Umum INACA Denon. (Aditya Pratama/Heru Febrianto)
(ysw)
Lihat Juga :