alexametrics

Wall Street Menguat Tipis Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

loading...
Wall Street Menguat Tipis Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Wall Street ditutup menguat menjelang keputusan suku bunga The Fed. Foto/CNBC
A+ A-
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) bangkit pada penutupan perdagangan Selasa (7/9/2019) waktu setempat, merespon jelang pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) mengenai rencana pemangkasan suku bunga.

Sebelumnya pada Senin kemarin, Wall Street ditutup melemah imbas kenaikan harga minyak, setelah serangan drone kelompok Houthi Yaman ke kilang minyak Arab Saudi.

Mengutip dari CNBC, Rabu (18/9/2019), indeks Dow Jones Industrial Average naik 33,98 poin atau 0,1% menjadi 27.110,80. S&P 500 naik tipis 0,3% ke level 3.005,69, dan Nasdaq merangkak 0,4% ke level 8.186,02.



Hasil keputusan dari pertemuan The Fed akan diumumkan pada Rabu waktu AS, dengan perkiraan bank sentral AS tersebut akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin. Ini akan menjadi penurunan suku bunga kedua di tahun 2019.

"Drama pasar saham akan berpusat pada seberapa kuat The Fed memberi sinyal soal penurunan suku bunga hingga akhir 2019. Ini akan menjadi titik yang menentukan, apakah The Fed akan memenuhi ekspektasi pasar atau melakukan kebijakan hawkish lain untuk melakukan volatilitas," ujar Tom Essaye, pendiri The Sevens Report.

Melansir dari Reuters, para investor sedang fokus menunggu petunjuk tentang sejauh mana pelonggaran kebijakan moneter AS akan berlangsung, mengingat pembuat kebijakan di The Fed terbagi dua, antara mendukung pemotongan suku bunga dengan yang tidak.

Sementara itu, optimisme datang dari laporan ekonomi AS, dimana produksi manufaktur Negeri Paman Sam meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Agustus. Begitu pula dengan optimisme pembangunan rumah di AS, yang merangkak naik di bulan September.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak