Tarif Trump ke China Bakal Jadi Bumerang Buat Industri Pertahanan AS

Kamis, 21 November 2024 - 14:57 WIB
loading...
Tarif Trump ke China...
Sektor pertahanan AS (Amerika Serikat) akan menghadapi dampak besar jika Donald Trump meluncurkan tarif tinggi terhadap semua barang-barang asal China. Foto/Dok
A A A
BEIJING - Sektor pertahanan AS ( Amerika Serikat ) akan menghadapi dampak besar jika Donald Trump meluncurkan tarif tinggi terhadap semua barang-barang asal China . Hal ini disampaikan oleh Ding Yifan selaku peneliti senior di Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara di Beijing.

Menurutnya kebijakan proteksionis Trump akan menyulitkan produsen pertahanan AS mengakses pasokan yang dibutuhkan. Akibatnya bisa berdampak serius terhadap sektor pertahanan Negeri Paman Sam -julukan AS-.

Baca Juga: Tarif Baru Trump untuk China, Peluang Emas bagi Asia Tenggara

"Jika perusahaan-perusahaan militer itu tidak memiliki pasokan dari China, mereka tidak akan dapat melanjutkan produksi mereka," katanya, seperti dikutip oleh Financial Times.

Ia menambahkan, "Konsekuensi parah" ini akan meluas ke sektor Amerika lainnya yang bergantung pada suku cadang murah dari China.

Komentar Ding adalah salah satu penolakan paling eksplisit dari China sejak kemenangan Trump dalam pemilihan presiden AS. Meskipun rinciannya belum diketahui secara pasti, Trump sebagai presiden terpilih telah menjanjikan tarif 60% untuk impor dari ekonomi terbesar kedua di dunia.

Trump berpendapat bahwa kebijakan ini akan memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan, sambil mengarahkan investasi dalam bisnis domestik. Pemerintahan Trump juga bersiap menerapkan tarif tinggi untuk meningkatkan kekuatan negosiasi.

Akan tetapi dari sudut pandang Ding, gagasan itu bisa menjadi bumerang dan harus dibayar mahal oleh AS, dengan alasan bahwa sebagian besar bisnis Amerika bergantung pada barang-barang setengah jadi dari China.

"Perusahaan-perusahaan hilir Amerika tidak akan dapat menemukan produk pengganti dalam waktu yang sangat singkat, jika perusahaan China tidak dapat menyediakan produk kepada mereka," ungkap Ding memberikan wanti-wanti.

Sementara itu ketergantungan sektor pertahanan terhadap produsen China tidak sedikit. Pada bulan September, CEO RTX Greg Hayes mengatakan, bahwa raksasa kedirgantaraan itu sedang mencari alternatif untuk menggantikan sekitar 2.000 pemasok China yang sebelumnya diandalkannya.

Sejauh ini tarif tinggi era Trump masih sebatas gagasan, sehingga belum diketahui sejauh mana tingkat keberhasilannya. Menurut catatan dari JPMorgan, pemerintahan selanjutnya mungkin lebih memilih untuk menerapkan tarif yang lebih rendah pada beberapa barang, di mana China merupakan pemasok dominan.

Baca Juga: Infrastruktur China di Asia Tenggara Makin Mencengkeram, Jebakan atau Peluang?

Jika tarif dibedakan, bank memperkirakan dampaknya moderat pada PDB AS. Sektor pertahanan tampaknya terganggu oleh perkembangan lain yang terkait dengan kepresidenan Trump. Pasalnya kekhawatiran mencuat seputar rencana efisiensi yang bisa membebani sektor ini, sejak Senin lalu terpantau S & P Aerospace and Defense ETF turun sekitar 4%.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Rekomendasi
Besok Hari Asyura, Ini...
Besok Hari Asyura, Ini Doa yang Dianjurkan dan Mulai Diamalkan Malam Ini!
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Berita Terkini
NHM Peduli Dampingi...
NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved