Masyarakat Jangan Risau, Kata Ekonom Resesi Sudah Lewat Tuh

Senin, 31 Agustus 2020 - 17:14 WIB
loading...
Masyarakat Jangan Risau,...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan dengan gamblang bahwa Indonesia hampir 100 persen akan masuki resesi pada bulan depan. Namun, dia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap resesi tersebut.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan bahwa resesi bukan terjadi bulan depan. Menurut dia, itu hanya definisi ekonomi secara teknis setelah dua kuartal minus berturut-turut. Namun, secara kenyataan kondisi terhadap tekanan ekonomi itu sudah dilewati. (Baca juga: Faisal Basri Sebut Komandan Ekonomi Jokowi Tak Paham Resesi, Nyindir Siapa? )

"Sebenarnya kondisi buruknya itu sudah kita lewati. Jadi kondisi itu bukan besok atau bulan depan tapi kemarin saat pemberlakuan PSBB. Ini pemahaman yang harus kita luruskan terlebih dahulu," katanya kepada MNC portal news, Senin (31/8/2020).

Dia optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III akan lebih baik daripada kuartal II. Lalu, kuartal IV akan lebih baik lagi. "Jadi sebenarnya pengertiannya bukan makin buruk justru harus membaik. Karena tekanan ekonomi itu sudah kita lewati," jelasnya.

Meski diyakini akan tumbuh positif, lanjut Faisal, kondisi ekonomi masih dibayangi oleh resiko. Sebab, jumlah kasus Covid-19 setiap hari masih meningkat. (Baca juga: Pengusaha Tidak Lagi Pede, Ekonomi Sulit Bergerak Saat Kasus Covid-19 Terus Naik )

"Yang harus dikhawatirkan itu soal faktor kesehatannya. Karena kita belum melewati puncak kasusnya. Faktor kesehatan sangat mempengaruhi ekonomi. Ini yang harus jadi fokus pemerintah," tegasnya. Lebih lanjut, dia pun memprediksi bahwa pada kuartal III pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran minus -2 sampai -3 persen.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
1 Miliar Barel Minyak...
1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi
Peluang Resesi Indonesia...
Peluang Resesi Indonesia di Bawah 5%, Lebih Kuat dari AS, Kanada, dan Jepang
Sinyal Resesi Global...
Sinyal Resesi Global Menguat, Lonjakan Harga Minyak Dekati Ambang Batas Krisis
Kurs Rupiah Capai Rp16.904/USD,...
Kurs Rupiah Capai Rp16.904/USD, Indonesia Punya Pengalaman Hindari Jurang Resesi
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Timnas Indonesia Sikat...
Timnas Indonesia Sikat Oman 2-0 di Babak Pertama FIFA Matchday
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved