Dua Kali Lipat dari AS, Nilai Kekayaan Alam Rusia Capai USD100 Triliun

Jum'at, 06 Desember 2024 - 15:39 WIB
loading...
Dua Kali Lipat dari...
Nilai kekayaan alam Rusia mencapai USD100 triliun yang setara Rp1.578,631 triliun (Rp1,57 kuintiliun), dimana dua kali lipat dari AS. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Nilai kekayaan alam Rusia mencapai USD100 triliun yang setara Rp1.578,631 triliun (Rp1,57 kuintiliun), dimana dua kali lipat dari AS (Amerika Serikat). Klaim ini dilontarkan oleh bos perusahaan raksasa minyak Rosneft, Igor Sechin dalam sebuah forum ekonomi di Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Kamis (5/12/2024) waktu setempat.

Sechin menggambarkan Arktik sebagai " harta karun sumber daya alam," yang tidak hanya bernilai untuk Rusia, tetapi juga bagi dunia. Menurut bos Rosneft asal Rusia tersebut, lebih dari 20% cadangan minyak dan gas alam planet yang belum ditemukan berada di Arktik, sementara Arktik Rusia mengandung 80% dari cadangan tersebut.

Baca Juga: 4 Harta Karun Kekayaan Alam Rusia Terbesar yang Jarang Diketahui

"Hal ini menjadi beban tanggung jawab yang besar pada Rusia," kata Sechin kepada Forum Ekonomi Eurasia Verona di kota Ras Al-Khaimah.

Ia juga menambahkan, kutub Utara harus benar-benar bebas dari konflik dan campur tangan asing, mengingat pentingnya kawasan ini untuk keamanan energi seluruh Eurasia.

Delapan negara membentang ke Kutub Utara, termasuk Rusia. Tujuh negara lainnya – Kanada, Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, dan AS – semuanya adalah anggota NATO.

Delapan negara membentuk apa yang disebut Dewan Arktik, sebuah kelompok yang mempromosikan kerja sama regional dan yang mandatnya secara eksplisit mengecualikan keamanan militer.

Pada awal bulan ini, Kementerian Pertahanan Norwegia mengumumkan rencana mendirikan pusat perang Arktik dan amfibi NATO yang baru untuk melatih marinir AS, Inggris, dan Belanda. Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara blok militer pimpinan AS dan Rusia atas konflik Ukraina.

Baca Juga: 5 Harta Karun Ukraina yang Ingin Direbut Rusia, Semuanya Wow!

Hub baru itu akan dibuat beberapa ratus kilometer dari pelabuhan strategis Rusia Murmansk, yang merupakan pangkalan militer dan angkatan laut utama, dan diperkirakan bakal beroperasi penuh di tahun 2026.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov sempat mengatakan, pada bulan September lalu bahwa negara-negara NATO tampaknya mengincar ekspansi ke Kutub Utara. Terkait hal itu, Ia bersumpah bahwa Moskow akan melindungi kepentingannya di wilayah tersebut.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Tok! Eksportir SDA Wajib...
Tok! Eksportir SDA Wajib Pulangkan 100% Devisa Hasil Ekspor ke Dalam Negeri Mulai Juni 2026
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Rekomendasi
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Untuk Lawan Rusia, AS...
Untuk Lawan Rusia, AS Kirim 90 Rudal Patriot dari Israel ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved