Rem Utang Jerman Blong, Ekonomi Zona Euro dalam Bahaya

Sabtu, 22 Maret 2025 - 22:43 WIB
loading...
Rem Utang Jerman Blong,...
Langkah Jerman yang berencana merombak aturan utang nasionalnya untuk meningkatkan pengeluaran militer telah membahayakan stabilitas ekonomi kawasan euro. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Langkah Jerman yang berencana merombak aturan utang nasionalnya untuk meningkatkan pengeluaran militer telah membahayakan stabilitas ekonomi kawasan euro . Peringatan ini disampaikan oleh salah satu pemimpin partai Alternatif untuk Jerman (AfD), Alice Weidel.

Pernyataan Weidel disampaikan tidak lama setelah legislatif federal menyetujui tindakan tersebut. Pada hari Selasa, Bundestag mendukung inisiatif yang memungkinkan pemerintah federal membuka rekor tingkat pinjaman negara untuk sektor pertahanan dan infrastruktur.

Paket fiskal disetujui oleh 513 legislator, sementara 207 lainnya memilih untuk menentang. Baca Juga: Cegah Krisis Gas, Warga hingga Bisnis di Jerman Diminta Mulai Berhemat

"Ini adalah pukulan maut bagi euro, yang di tahun-tahun mendatang – dan sudah mulai – akan mendevaluasi secara signifikan," kata Weidel kepada wartawan setelah pemungutan suara.

Ia juga menekankan bahwa anggota parlemen Jerman telah menyetujui "utang raksasa."

Reformasi yang mengubah aturan fiskal secara konstitusional, bakal menjadi pukulan paling keras terhadap generasi selanjutnya di negara itu. Salah satu pemimpin AfD juga memperingatkan bahwa "apa yang dilakukan di sini adalah penghancuran stabilitas keuangan Jerman."

"Kami akan kehilangan peringkat AAA kami, peringkat kredit teratas kami," ungkap Weidel memperingatkan.

Agen kredit utama dunia saat ini memberi peringkat utang negara jangka panjang Jerman AAA, yang memerlukan ekspektasi risiko terendah.

Paket reformasi yang disetujui menyiratkan penghapusan pembatasan fiskal federal untuk meningkatkan dana khusus terhadap Bundeswehr, angkatan bersenjata Jerman.

Jika diadopsi, amandemen tersebut akan memungkinkan pengeluaran melebihi 1% dari produk domestik bruto (PDB) Jerman untuk secara efektif dibebaskan dari "rem utang" negara yang ditambahkan ke konstitusi pada tahun 2009. Aturan saat ini biasanya membatasi defisit anggaran federal tidak lebih dari 0,35% dari PDB.

Selain itu perubahan yang diusulkan menetapkan penciptaan dana yang dibiayai utang dan bebas plafon sebesar 500 miliar euro (USD548 miliar) yang dialokasikan untuk investasi infrastruktur dan iklim. Dimana seperlima dari dana itu akan menegaskan komitmen untuk memerangi perubahan iklim.

Baca Juga: Bergeser ke Ekonomi Perang, Nilai Kontraktor Senjata Terbesar Jerman Melewati VW

Paket reformasi juga perlu disetujui oleh Bundesrat, sebuah badan yang mewakili negara-negara bagian negara itu, pada hari Jumat agar sesuai dengan konstitusi Jerman.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
BP BUMN: KAI Tak Sanggup...
BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rekomendasi
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik BGN Andri Mulyono Jadi Tersangka
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
4 Tim Lolos Perempat...
4 Tim Lolos Perempat Final Euro 2024, Ada Jerman dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved