ETH Sentuh Posisi Terendah, Tether Siapkan Stablecoin Baru

Senin, 21 April 2025 - 12:11 WIB
loading...
A A A
Hal ini telah menjadi komitmen Tether untuk beradaptasi dengan standar regulasi yang terus berubah sambil mempertahankan kehadirannya di pasar stablecoin. Pengumuman ini muncul pada waktu yang penting, mengingat sebelumnya Tether menggunakan Bitcoin BTC 0.92% dan emas sebagai bagian dari cadangan untuk USDT.

Respons dari Industri dan Diskusi Berlanjut
Panduan baru dari SEC telah memicu berbagai reaksi di industri crypto. Beberapa pihak menyambut dengan baik dan menganggapnya sebagai langkah maju dalam mengurangi beban regulasi bagi penerbit yang mematuhi aturan.

Namun, ada kritik yang mencatat bahwa panduan tersebut mungkin mengabaikan risiko di pasar
stablecoin dan menyederhanakan isu hukum yang penting.

Secara keseluruhan, dengan panduan baru dari SEC, Tether berada di titik kritis antara inovasi dan kepatuhan terhadap regulasi. Peluncuran stablecoin baru yang sesuai dengan panduan ini berpotensi memperkuat posisi Tether di pasar sembari menanggapi kekhawatiran terkait regulasi.

Pergerakan Harga Tether
Dilansir dari Pintu Market, harga USDT hari ini adalah Rp 16.870 dengan volume perdagangan harian Tether (USDT) tercatat sebesar US$18.161.403.650 dalam 24 jam terakhir, yang menunjukkan penurunan sebesar -43,40% dibandingkan satu hari sebelumnya.

Sementara itu, Tether (USDT) mencatat harga tertinggi sepanjang masa mencapai US$1,32 dan harga terendah sepanjang masa mencapai US$0,5725. Saat ini, nilai perdagangan berada 24,41% di bawah harga tertinggi tersebut dan 74,68% di atas harga terendahnya.

Untuk kapitalisasi pasar Tether (USDT) saat ini adalah US$144.708.584.797. Kap pasar dihitung dengan mengalikan harga token dengan jumlah total token USDT yang beredar, yang mencapai 140 Miliar token yang dapat diperdagangkan hari ini.

Untuk Nilai terdilusi penuh (FDV) Tether (USDT) adalah US$144.708.584.797. Ini merupakan gambaran statistik dari nilai pasar maksimum yang mungkin, jika semua token ETH sebanyak 140 Miliar beredar secara keseluruhan hari ini.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Investor Mulai Rasional dan Tinggalkan Tren FOMO
Perkuat Literasi lewat...
Perkuat Literasi lewat Pojok Baca di SD Muhammadiyah Worawari dan Edukasi Keuangan Bagi Mahasiswa
Fintech Makin Dekat...
Fintech Makin Dekat dengan Gen Z, OVO Dorong Mahasiswa Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Bitcoin Tembus USD80.000,...
Bitcoin Tembus USD80.000, Didorong Arus ETF dan Sentimen Global
Akuntabilitas Jadi Kunci...
Akuntabilitas Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Fintech
Setoran Pajak Digital...
Setoran Pajak Digital Awal 2026 Sentuh Rp50 Triliun, Segini Kontribusi Kripto hingga Fintech
Upbit Indonesia Perkuat...
Upbit Indonesia Perkuat Literasi Blockchain Lewat Peresmian Web3 Education Center
Kala Nelayan Perempuan...
Kala Nelayan Perempuan di Sumba Go Digital, Buktikan Perempuan Bisa Berdaya 
Prediksi Harga Kripto...
Prediksi Harga Kripto Pakai AI Semakin Tren, Upbit: Investor Tetap Perlu Hati-Hati
Rekomendasi
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved