Pemerintah Targetkan Masalah Sampah Tuntas 100% pada 2029
Rabu, 30 April 2025 - 22:06 WIB
loading...
A
A
A
Upaya ini didorong melalui daur ulang, penarikan kembali kemasan, dan pemanfaatan ulang. Namun, industri daur ulang di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, seperti infrastruktur pengumpulan yang belum merata, ketidakseimbangan geografis, fluktuasi harga plastik global, ketergantungan pada impor plastik, serta kesulitan dalam mendaur ulang jenis plastik tertentu. Keterbatasan data juga menjadi kendala dalam perumusan kebijakan yang tepat sasaran.
Studi RRI yang disusun oleh SWI dan IPR dilakukan selama periode Juli hingga Desember 2024 dilakukan dengan pendekatan hulu-hilir. Metode pengumpulan data melibatkan wawancara dengan sekitar 700 pelaku rantai nilai plastik serta data sekunder dari pemerintah, BPS, dan literatur.
Salah satu temuan studi menunjukkan bahwa kinerja daur ulang plastik di Indonesia tergolong baik, dengan tingkat daur ulang plastik total dari sampah pasca konsumsi (PCR) mencapai 71% untuk botol PET dan 60% untuk HDPE rigid. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan berkat kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Direktur SWI dan peneliti utama, Dini Trisyanti, menilai inisiatif studi RRI sebagai langkah penting. "Data yang akurat sangat krusial untuk memahami kondisi nyata di lapangan dan menjadi dasar bagi kebijakan yang lebih tepat," ujarnya.
Studi ini juga menunjukkan bahwa kontribusi daur ulang plastik dalam produksi resin plastik mencapai 19%, dengan total nilai ekonomi dari pengumpulan hingga daur ulang plastik mencapai Rp 19 triliun per tahun.
Studi RRI yang disusun oleh SWI dan IPR dilakukan selama periode Juli hingga Desember 2024 dilakukan dengan pendekatan hulu-hilir. Metode pengumpulan data melibatkan wawancara dengan sekitar 700 pelaku rantai nilai plastik serta data sekunder dari pemerintah, BPS, dan literatur.
Salah satu temuan studi menunjukkan bahwa kinerja daur ulang plastik di Indonesia tergolong baik, dengan tingkat daur ulang plastik total dari sampah pasca konsumsi (PCR) mencapai 71% untuk botol PET dan 60% untuk HDPE rigid. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan berkat kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Direktur SWI dan peneliti utama, Dini Trisyanti, menilai inisiatif studi RRI sebagai langkah penting. "Data yang akurat sangat krusial untuk memahami kondisi nyata di lapangan dan menjadi dasar bagi kebijakan yang lebih tepat," ujarnya.
Studi ini juga menunjukkan bahwa kontribusi daur ulang plastik dalam produksi resin plastik mencapai 19%, dengan total nilai ekonomi dari pengumpulan hingga daur ulang plastik mencapai Rp 19 triliun per tahun.
Lihat Juga :