Sah! Harta Karun Logam Tanah Jarang Ukraina Bakal Dicaplok AS

Kamis, 01 Mei 2025 - 07:58 WIB
loading...
A A A
Meskipun perjanjian mineral tidak secara eksplisit menyertakan jaminan keamanan AS untuk Ukraina, namun digambarkan sebagai "ekspresi dari penyelarasan strategis jangka panjang yang lebih luas . . . dan demonstrasi nyata dukungan Amerika Serikat untuk keamanan, kemakmuran, rekonstruksi, dan integrasi Ukraina ke dalam kerangka ekonomi global," menurut Financial Times.

Zelensky pekan lalu mengatakan, bahwa Kiev berharap bisa menerima bantuan keamanan jangka panjang dari Washington, mirip dengan model AS-Israel.

Sementara itu, Trump menolak mengklarifikasi apakah AS akan terus memberikan bantuan militer ke Ukraina jika kesepakatan damai antara Kiev dan Moskow tidak tercapai. "Saya ingin meninggalkan itu sebagai rahasia besar, karena saya tidak ingin merusak negosiasi," katanya dalam sebuah wawancara dengan ABC News pada hari Selasa.

Baca Juga: Mengulik Kesepakatan Logam Tanah Jarang AS-Ukraina, Siapa Untung dan Apa Isinya?

Axios melaporkan pekan lalu bahwa Washington telah memberikan Kiev apa yang disebut Presiden Donald Trump sebagai "tawaran terakhir" untuk menyelesaikan konflik.

Amerika Serikat telah frustrasi karena kurangnya kemajuan dalam negosiasi damai. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, pekan lalu bahwa Washington dapat menarik diri dari pembicaraan sepenuhnya jika mereka terhenti.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Rekomendasi
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved