HKTI Dorong Penyederhanaan Regulasi Perkuat Industri Hasil Tembakau

Jum'at, 23 Mei 2025 - 14:06 WIB
loading...
HKTI Dorong Penyederhanaan...
HKTI mendorong penyederhanaan regulasi dan penguatan perlindungan terhadap industri padat karya khususnya industri hasil tembakau. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendorong penyederhanaan regulasi dan penguatan perlindungan terhadap industri padat karya khususnya industri hasil tembakau (IHT) guna meningkatkan kesejahteraan petani tembakau sekaligus menjaga keberlangsungan industri.

Pengurus Pusat HKTI Delima Hasri Azahari mengatakan deregulasi yang sedang digalakkan pemerintah dapat menjadi angin segar bagi sektor pertanian termasuk para petani tembakau. Dengan penyederhanaan birokrasi dan kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang lebih berpihak kepada petani, pemerintah dapat menjangkau petani secara lebih cepat dan tepat sasaran sehingga berdampak positif signifikan.

"Tujuannya agar setiap rantai kebijakan dari pemerintah bisa lebih efektif dan efisien. Sehingga yang diuntungkan adalah para petani sebagai tulang punggung ketahanan dan kedaulatan pangan di Indonesia," ujar Delima dalam pernyataannya, Jumat (23/5).

Baca Juga: Serikat Pekerja Dorong Deregulasi PP 28/2024 dan Moratorium Kenaikan CHT

Dia menambahkan, penyederhanaan regulasi juga mampu meningkatkan hasil panen dan mengatasi persoalan distribusi pupuk yang selama ini menjadi kendala di lapangan. Selain itu, Delima menekankan pentingnya penguatan organisasi petani, seperti Wanita Tani dan Pemuda Tani, sebagai upaya strategis meningkatkan daya saing petani di tengah tekanan pasar yang semakin ketat.

"Pemerintah harus melindungi sekaligus menyejahterakan petani. Kehadiran Wanita Tani dan Pemuda Tani menunjukkan perhatian pemerintah terhadap persoalan pertanian," kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Netanyahu...
Piala Dunia 2026: Netanyahu Dukung Argentina karena Pro-Israel, tapi Justru Dikalahkan Spanyol
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
2 Sisi PFII: Potensi...
2 Sisi PFII: Potensi versus Presisi
Berita Terkini
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Tipis, IHSG Dibuka Merayap...
Tipis, IHSG Dibuka Merayap Naik ke 6.197 saat 528 Saham Malas Bergerak
Daftar Harga Emas Termurah...
Daftar Harga Emas Termurah hingga Paling Mahal usai Jatuh Rp4 Ribu per Gram
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Infografis
Hasil Drawing Piala...
Hasil Drawing Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Bentrok dengan Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved