Rp708 Juta per Jam, Inilah Biaya Operasional Jet Tempur F-35 Israel Sekali Terbang
Minggu, 15 Juni 2025 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
CEO Lockheed Martin, Marillyn A. Hewson pada tahun 2018 mengatakan, bahwa pesawat-pesawat tersebut "dapat terbang yang kami sebut sebagai 'mode binatang,' membawa hingga 18.000 pound amunisi internal dan eksternal, dalam kombinasi yang dapat mencakup senjata 5.000 pound."
Pada tahun 2016, Israel menjadi negara pertama selain AS yang memperoleh jet tempur F-35. Israel adalah negara pertama yang memilih model tersebut melalui proses Penjualan Militer Asing AS dan membeli 50 pesawat, menurut Lockheed Martin.
Israel telah melakukan modifikasi signifikan pada pesawat tempur tersebut. Diketahui Israel memproduksi sayap dan sistem perang elektroniknya sendiri untuk F-35I. Selain itu Israel juga mengembangkan versi sendiri dari helm berteknologi tinggi yang menampilkan kecepatan udara pesawat, ketinggian, informasi penargetan, dan statistik penting lainnya langsung di visor pilot.
Angkatan Udara Israel menamai varian F-35I-nya dengan sebutan "Adir," yang berarti "Yang Perkasa" dalam bahasa Ibrani. Angkatan Udara Israel juga menambahkan bintang David bersudut enam ke dalam desain, sebuah simbol Yahudi yang juga muncul di bendera Israel.
Pada tahun 2018, Israel menjadi negara pertama yang menggunakan F-35I dalam pertempuran, kata kepala angkatan udaranya. "Kami menerbangkan F-35 di seluruh Timur Tengah dan telah menyerang dua kali di dua garis depan yang berbeda," kata mantan Kepala Angkatan Udara Israel, Mayor Jenderal Amikam Norkin, dalam sebuah pidato di sebuah pertemuan pemimpin angkatan udara asing, seperti dilaporkan Reuters.
Pada Juli 2023, Israel menambah 25 pesawat Adir dalam armada udara mereka dengan kesepakatan senilai USD3 miliar (Rp48,2 triliun). Kesepakatan tersebut didanai melalui bantuan militer yang diterima Israel dari AS, seperti dilansir Reuters.
Pada bulan November 2023, jet tempur F-35I Adir Israel menjatuhkan sebuah rudal yang ditembakkan oleh kelompok yang didukung Iran di Yaman, menurut IDF.
Pada tahun 2016, Israel menjadi negara pertama selain AS yang memperoleh jet tempur F-35. Israel adalah negara pertama yang memilih model tersebut melalui proses Penjualan Militer Asing AS dan membeli 50 pesawat, menurut Lockheed Martin.
Israel telah melakukan modifikasi signifikan pada pesawat tempur tersebut. Diketahui Israel memproduksi sayap dan sistem perang elektroniknya sendiri untuk F-35I. Selain itu Israel juga mengembangkan versi sendiri dari helm berteknologi tinggi yang menampilkan kecepatan udara pesawat, ketinggian, informasi penargetan, dan statistik penting lainnya langsung di visor pilot.
Angkatan Udara Israel menamai varian F-35I-nya dengan sebutan "Adir," yang berarti "Yang Perkasa" dalam bahasa Ibrani. Angkatan Udara Israel juga menambahkan bintang David bersudut enam ke dalam desain, sebuah simbol Yahudi yang juga muncul di bendera Israel.
Pada tahun 2018, Israel menjadi negara pertama yang menggunakan F-35I dalam pertempuran, kata kepala angkatan udaranya. "Kami menerbangkan F-35 di seluruh Timur Tengah dan telah menyerang dua kali di dua garis depan yang berbeda," kata mantan Kepala Angkatan Udara Israel, Mayor Jenderal Amikam Norkin, dalam sebuah pidato di sebuah pertemuan pemimpin angkatan udara asing, seperti dilaporkan Reuters.
Pada Juli 2023, Israel menambah 25 pesawat Adir dalam armada udara mereka dengan kesepakatan senilai USD3 miliar (Rp48,2 triliun). Kesepakatan tersebut didanai melalui bantuan militer yang diterima Israel dari AS, seperti dilansir Reuters.
Pada bulan November 2023, jet tempur F-35I Adir Israel menjatuhkan sebuah rudal yang ditembakkan oleh kelompok yang didukung Iran di Yaman, menurut IDF.
Lihat Juga :