Rp708 Juta per Jam, Inilah Biaya Operasional Jet Tempur F-35 Israel Sekali Terbang
Minggu, 15 Juni 2025 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu Iran tampaknya menargetkan pangkalan udara Nevatim, yang menampung armada jet F-35I milik Israel, selama serangan pada April 2024, lalu.
Pada serangan terbaru Juni 2025, Angkatan Udara Israel meluncurkan lebih dari 200 pesawat tempur, termasuk pesawat F-35I, dalam serangan yang menargetkan program nuklir Iran.
Seorang juru bicara IDF mengatakan, bahwa pesawat tempur Israel menyerang lebih dari 100 lokasi di seluruh Iran untuk mencegahnya mengembangkan senjata nuklir, termasuk target militer dan situs pengayaan uranium terbesar di Natanz.
Baca Juga: Pecah Perang Iran vs Israel, Harga Minyak Mentah Bisa Tembus USD90 per Barel
IDF mengungkapkan, bahwa program nuklir Iran mengalami "percepatan secara signifikan" dalam beberapa bulan terakhir dan menyebutnya sebagai "bukti jelas bahwa rezim Iran sedang membangun senjata nuklir."
Sedangkan Iran tetap berpegang teguh bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil. "Ini adalah operasi kritis untuk mencegah ancaman eksistensial dari musuh yang berniat menghancurkan kita," kata Letnan Jenderal Eyal Zamir, Kepala Staf Umum IDF, dalam sebuah pernyataan.
Pada serangan terbaru Juni 2025, Angkatan Udara Israel meluncurkan lebih dari 200 pesawat tempur, termasuk pesawat F-35I, dalam serangan yang menargetkan program nuklir Iran.
Seorang juru bicara IDF mengatakan, bahwa pesawat tempur Israel menyerang lebih dari 100 lokasi di seluruh Iran untuk mencegahnya mengembangkan senjata nuklir, termasuk target militer dan situs pengayaan uranium terbesar di Natanz.
Baca Juga: Pecah Perang Iran vs Israel, Harga Minyak Mentah Bisa Tembus USD90 per Barel
IDF mengungkapkan, bahwa program nuklir Iran mengalami "percepatan secara signifikan" dalam beberapa bulan terakhir dan menyebutnya sebagai "bukti jelas bahwa rezim Iran sedang membangun senjata nuklir."
Sedangkan Iran tetap berpegang teguh bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil. "Ini adalah operasi kritis untuk mencegah ancaman eksistensial dari musuh yang berniat menghancurkan kita," kata Letnan Jenderal Eyal Zamir, Kepala Staf Umum IDF, dalam sebuah pernyataan.
(akr)
Lihat Juga :