9 Juta Rekening Penerima BLT Pekerja Sudah Disetor, Sisanya Akhir September

Kamis, 10 September 2020 - 15:45 WIB
loading...
9 Juta Rekening Penerima...
BPJamsotek mencatat total nomor rekening yang telah disetorkan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hingga saat ini sebanyak 9 juta data nomor rekening peserta. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsotek) mencatat total nomor rekening yang telah disetorkan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hingga saat ini sebanyak 9 juta data nomor rekening peserta. Sebelumnya yang terbaru BPJamsotek telah menyerahkan data penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) gelombang III kepada Kemnaker pada Selasa (8/9/2020) dengan jumlah 3,5 juta data nomor rekening peserta.

“Jadi total nomor rekening yang telah kami serahkan ke Kemnaker hingga saat ini sebanyak 9 juta data nomor rekening peserta,” ungkap Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto.

(Baca Juga: BPJamsostek: 14,5 Juta Rekening Terdaftar sebagai Calon Penerima BLT Karyawan )

BPJamsotek mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang sudah proaktif mengirimkan data rekeningnya karyawannya. Hal ini selain mempermudah pihaknya menyerahkan data ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga mempercepat pencairan dana bantuan subsidi upah (BSU).

"Kami mengapresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah mengirimkan data nomor rekening serta proaktif selama pengumpulan data nomor rekening," ujar Kepala kantor cabang (Kakacab) BPJamsotek Jakarta Cilandak Puspitaningsih di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Puspitaningsih mengaku akan terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang hingga saat ini masih belum mengirimkan data rekening pekerjanya. Data ini sangat penting agar BPJamsotek dapat segera melakukan validasi.

"Sampai 9 September 2020 BPJamsotek Cilandak telah berhasil mengumpulkan sebanyak 263.737 Nomor rekening," ungkap Puspitaningsih.

(Baca Juga: 3,5 Juta Rekening Penerima BLT Karyawan Tahap III Diterima Kemenaker, Lekas Kirim )

Penyerahan berkala ini dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara Kemnaker dan BPJamsotek agar setiap pekan menyerahkan data penerima BSU dan ditargetkan rampung pada akhir September 2020 untuk total 15,7 juta data nomor rekening pekerja.

"Hal ini kami lakukan untuk mempermudah proses rekonsiliasi, monitoring dan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan program BSU. Dalam setiap gelombang, data nomor rekening yang kami serahkan telah melakukan tahapan validasi berlapis agar sasaran penerima BSU ini tepat sasaran,” tegasnya.

Menurut Agus, setelah dilakukan proses validasi berlapis ini, pihak BPJamsotek berhasil menyaring sebanyak 1,77 juta data peserta yang tidak memenuhi kriteria yang tertuang dalam Permenaker 14 Tahun 2020.

Dirinya menambahkan, data yang tidak memenuhi kriteria ini bukan berarti tidak terpakai, tapi bisa sekaligus digunakan sebagai pengkinian data peserta BPJamsotek. “Kami memberikan apresiasi kepada pihak pemberi kerja atau perusahaan karena telah bekerjasama dengan baik dalam melakukan pengkinian data peserta untuk mendukung program BSU dari pemerintah,” tutur Agus.

(Baca Juga: SMS Notifikasi Gaji Tambahan dari BPJSTK Bukan Hoax, Segera Konfirmasi )

Sementara, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengatakan, perkembangan pencairan dana BSU gelombang I telah ditunaikan kepada 2,3 juta pekerja, sementara Gelombang II telah disampaikan kepada 1,4 juta pekerja.

"Untuk kali ini kami terima 3,5 juta data nomor rekening peserta dari BPJamsotek dan akan segera diproses. Untuk sementara total penerima BSU yang telah ditunaikan melalui Bank Himbara (Himpunan Bank Negara) mencapai sebanyak 3,7 juta pekerja," tegas Menaker.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai program BPJAMSOSTEK dan BSU, masyarakat dapat mengakses akun media sosial resmi BPJAMSOSTEK @bpjs.ketenagakerjaan pada Instagram, @bpjstkinfo pada platform Twitter, dan BPJS Ketenagakerjaan pada Facebook dimana keseluruhan akun tersebut sudah berstatus Terverifikasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
Jasa Raharja-BPJS Ketenagakerjaan...
Jasa Raharja-BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Aplikasi untuk Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Kembali Buka Rekrutmen Karyawan, Cek Posisi Apa Saja
Menko Cak Imin Resmi...
Menko Cak Imin Resmi Lantik Dirut BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Periode 2026-2031
Ramai Kabar Bantuan...
Ramai Kabar Bantuan Subsidi Upah 2026 Segera Cair, Kemnaker Angkat Suara
Dapot Hutagalung Dorong...
Dapot Hutagalung Dorong Persyaratan Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tidak Dipersulit
Loker Besar-Besaran...
Loker Besar-Besaran BPJS Ketenagakerjaan 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Penempatan Seluruh Indonesia
Penetapan Kepemimpinan...
Penetapan Kepemimpinan Baru BPJS Ketenagakerjaan Periode 2026 - 2031
Rekomendasi
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Berita Terkini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Infografis
Kabar Gembira, WHO Akui...
Kabar Gembira, WHO Akui Akhir Covid-19 Sudah di Depan Mata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved