Konsolidasi Bisnis Gula Danantara Disebut Bakal Percepat Swasembada Nasional

Selasa, 12 Agustus 2025 - 21:24 WIB
loading...
A A A
“Kesenjangan produksi dan konsumsi gula ini harus segera diatasi melalui langkah strategis. Danantara harus mengambil peran aktif dalam konsolidasi bisnis gula guna mendukung target swasembada gula konsumsi 2028 dan gula industri 2030,” jelas Sarifah Suraidah Harum yang juga akrab disapa Bunda Harum ini.

Srikandi Politik Partai Golkar ini menegaskan, konsolidasi pengelolaan produksi gula nasional di bawah BUMN sektor Perkebunan harus dipercepat dengan dukungan pendanaan dan regulasi yang kuat. Danantara dinilai memiliki modal investasi yang cukup besar dan punya mandat untuk mendorong efisiensi produksi gula, mulai dari pembenahan lahan, peningkatan produktivitas petani, hingga modernisasi pabrik gula.

“Ini bukan hanya soal tata kelola bisnis gula nasional, tetapi kedaulatan pangan bangsa sesuai amanat konstitusi," tegas Sarifah Suraidah Harum.

Oleh sebab itu, Komisi VI DPR RI yang merupakan mitra kerja sektor perdagangan, koperasi dan BUMN terus mendorong agar investasi yang dikelola Danantara Indonesia dioptimalkan untuk konsolidasi maupun pengembangan bisnis yang menyangkut hajat hidup rakyat Indonesia.

Catatan pentingnya, program swasembada gula nasional harus berkeadilan bagi petani tebu, termasuk jaminan harga dasar dan akses teknologi agar mampu menjangkau pasar global lebih luas.

"Jangan sampai konsolidasi bisnis gula Danantara ini hanya menguntungkan korporasi, tetapi mengabaikan petani sebagai ujung tombak. Kita yakin bisa mengurangi ketergantungan impor gula secara bertahap sekaligus memberdayakan petani tebu lokal agar bisa lebih sejahtera," jelas Bunda Harum.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Target Swasembada Gula...
Target Swasembada Gula Terkendala Produktivitas dan Pabrik Tua
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Rekomendasi
TNI Habema Bergerak...
TNI Habema Bergerak Lebih Cepat, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Dicegah
Prabowo: 110 Masalah...
Prabowo: 110 Masalah Tuntas dalam 18 Bulan, Bukan Prestasi Kecil
3 Mobil Noel Ebenezer...
3 Mobil Noel Ebenezer Dikembalikan KPK, Keluarga: Bukti Dibeli Pakai Uang Sah
Berita Terkini
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
Pengetatan Standar Migrasi...
Pengetatan Standar Migrasi BPA Galon Polikarbonat Dipertanyakan, Pakar: Perlu Ada Studi
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Astra Gelar RUPSLB,...
Astra Gelar RUPSLB, Kantongi Restu Buyback Rp8 Triliun dan Program Saham Manajemen
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved