Mata Uang Berbasis Emas BRICS Muncul sebagai Alternatif Dolar AS

Minggu, 31 Agustus 2025 - 21:00 WIB
loading...
A A A
Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov menyebut, pusat pembayaran lintas batas sedang diformalkan untuk memperlancar mekanisme perdagangan ini. Di sisi lain, sistem Pembayaran Antarbank Lintas Batas (CIPS) milik China kini menghubungkan hampir 5.000 lembaga perbankan global.

Penggunaan teknologi blockchain yang memungkinkan waktu penyelesaian hanya tujuh detik juga mempercepat kesiapan peluncuran mata uang BRICS. Langkah strategis lainnya adalah pembelian emas langsung oleh bank sentral negara anggota dari penambang domestik.

Data World Gold Council mencatat 19 dari 36 bank sentral telah mengadopsi model ini. Praktik ini mengurangi ketergantungan pada bursa komoditas Barat dan memperkuat kendali atas cadangan emas fisik.

Pusat perdagangan emas juga telah dibangun di lokasi strategis, seperti Shanghai dan Singapura. Di Shanghai, Bursa Berjangka meluncurkan perdagangan emas fisik dengan penyelesaian instan (T+0) sejak 1 Maret 2024, menggeser mekanisme perdagangan berbasis kertas yang dominan di Barat.

Dorongan permintaan fisik emas yang tinggi dari anggota BRICS mulai mempengaruhi harga global. Premi pertukaran fisik untuk perak, misalnya, sempat menyentuh 92 sen per ons, sedangkan suku bunga sewa jangka pendek emas melonjak ke 9,4 persen. Analis memperkirakan harga emas bisa mencapai USD8.000 per ons jika tren ini berlanjut.

Baca Juga: Perkuat BRICS, Putin Tegaskan China dan Rusia Solid Lawan Diskriminasi Barat
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Rekomendasi
Panja SPMB Cari Formula...
Panja SPMB Cari Formula Penerimaan Mahasiswa yang Adil dan Setara
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Berita Terkini
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved