Bali Jadi Pembuka Gelaran ICTM, Kemenparekraf Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan
Minggu, 13 September 2020 - 15:15 WIB
loading...
ICTM dibuka di Bali. Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A
A
A
JAKARTA - Upaya untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di masa pandemi terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui gelaran Indonesia Corporate Travel and Mice (ICTM) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang bakal dilakukan dalam beberapa bulan ke depan di lima kota di Indonesia.
Sejalan dengan itu, dalam ajang ICTM penerapan protokol kesehatan juga diterapkan dan diperketat demi menghindari munculnya klaster baru Covid-19. “Salah satunya menerapkan swab test kepada peserta,” kata Kepala Bidang Jejaring Kapasitas Kemenparekraf, Titik Lestari di Hotel Nusa Dua Beach, Bali, Kamis (10/9/2020). (Baca juga: Pergi ke Luar Kota Sepekan, Pulang ke Surabaya Wajib Tes Swab )
Titik mengakui semenjak penerapan PSBB dilakukan di beberapa kota di Indonesia, pariwisata Indonesia mengalami penurunan. Sejumlah wisatawan asing enggan mendatangi tempat wisata dan devisa negara juga terus mengalami penurunan.
Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal, perlahan sejumlah destinasi mulai dibuka secara bertahap untuk wisatawan lokal dan wisatawan nusantara (wisnus). Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah untuk menghidupkan kembali ekonomi yang dihantam pandemi.
Di sisi lain, guna mencegah penyebaran virus lebih luas, Kemenparekraf terus menekankan pentingnya mengetatkan protokol kesehatan, mulai serangkaian test kesehatan, menjaga jarak, hingga penggunaan masker.
Sejalan dengan itu, dalam ajang ICTM penerapan protokol kesehatan juga diterapkan dan diperketat demi menghindari munculnya klaster baru Covid-19. “Salah satunya menerapkan swab test kepada peserta,” kata Kepala Bidang Jejaring Kapasitas Kemenparekraf, Titik Lestari di Hotel Nusa Dua Beach, Bali, Kamis (10/9/2020). (Baca juga: Pergi ke Luar Kota Sepekan, Pulang ke Surabaya Wajib Tes Swab )
Titik mengakui semenjak penerapan PSBB dilakukan di beberapa kota di Indonesia, pariwisata Indonesia mengalami penurunan. Sejumlah wisatawan asing enggan mendatangi tempat wisata dan devisa negara juga terus mengalami penurunan.
Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal, perlahan sejumlah destinasi mulai dibuka secara bertahap untuk wisatawan lokal dan wisatawan nusantara (wisnus). Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah untuk menghidupkan kembali ekonomi yang dihantam pandemi.
Di sisi lain, guna mencegah penyebaran virus lebih luas, Kemenparekraf terus menekankan pentingnya mengetatkan protokol kesehatan, mulai serangkaian test kesehatan, menjaga jarak, hingga penggunaan masker.
Lihat Juga :