Mayday, Mayday, Industri Penerbangan Dunia Terancam Bangkrut

Senin, 04 Mei 2020 - 15:48 WIB
loading...
A A A
Beralih ke Kargo

Uang yang diminta Branson agar Virgin Atlantic tidak bangkrut masih terbilang sedikit. Maskapai penerbangan asal Jerman Lufthansa dikabarkan telah merampungkan proposal paket penyelamatan senilai 10 miliar euro atau sekitar RP 167 triliun. Namanya juga penyelamatan, paket ini bertujuan untuk membuat perusahaan dapat bertahan setelah melaporkan kerugian besar dan penghentian operasi hampir semua pesawatnya akibat wabah corona. Paket tersebut terdiri dari suntikan modal dari dana stabilisasi ekonomi baru Jerman (Economic Stabilisation Fund/ESF). Lalu juga utang yang disediakan oleh Austria, Swiss dan Belgia. Maskapai Emirates juga tengah berupaya mencari pendanaan yang nilainya miliaran US$. Pendanan ini diharapkan dapat diperoleh dari bank-bank lokal di Uni Emirat Arab dan juga perbankan internasional.

Di dalam negeri, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra mengatakan, tahun ini menjadi tahun yang sangat menantang bagi Garuda Indonesia. Saat ini Garuda terus mencoba untuk bertahan hidup. Efisiensi dalam skala cukup besar pun dilakukan. Seperti, memangkas gaji karyawan mulai dari level direksi, komisaris, hingga staf. Besaran pemotongan gaji, take home pay ini bervareasi, antara 10% hingga 50%. Pemotongan gaji ini mulai berlaku April hingga Juni nanti.

Garuda Indonesia juga melakukan negosiasi dengan lessor untuk penundaan pembayaran sewa pesawat (lease holiday) serta memperpanjang masa sewa pesawat untuk mengurangi biaya sewa per bulan. Selain itu BUMN ini juga akan mengusahakan refinancing utang baik dengan bank dalam negeri maupun luar negeri. Untuk tahun ini jatuh tempo utang Garuda nilainya US$ 500 juta, setara dengan Rp7,4 triliun.

Anak usaha Garuda Indonesia, Citilink punya cara lain dalam berkelit dari krisis akibat wabah corona. Citilink pun mulai fokus untuk mengoptimalisasi armada dengan melayani pengiriman kargo baik untuk rute domestik maupun internasional. Ini dilakukan menyusul ditutupnya sementara operasional penerbangan reguler dan charter penumpang dalam rangka penanggulangan Covid-19. “Citilink telah mengoperasikan penerbangan kargo secara penuh untuk membantu kelancaran proses distribusi logistik di berbagai wilayah,” ujar Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo.

Layanan pengiriman kargo ini dilakukan melalui penerbangan kargo charter maupun reguler setiap harinya dengan menghubungkan ke berbagai kota diantaranya Medan, Banjarmasin, Pontianak, Makassar. Selain itu juga dengan jadwal-jadwal tertentu ke kota Manado, Balikpapan, Batam, Pekanbaru, Surabaya, Denpasar, Padang, Palembang, Kupang serta rute internasional ke Singapura dan kota-kota di China. Adapun armada yang digunakan untuk mengangkut kargo ini adalah pesawat jenis Airbus A320 dengan kapasitas angkut kargo sebesar 15 ton dan Airbus A330 dengan kapasitas angkut kargo sebanyak 24 ton.
(eko)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Ekspor Tembus USD1 Miliar,...
Ekspor Tembus USD1 Miliar, Industri Tuna RI Incar Pasar Kolagen Global
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Truk Tabrak Motor di...
Truk Tabrak Motor di Bekasi Timur: 1 Orang Tewas, 5 Luka-luka
Berita Terkini
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved