Soal Thomas Djiwandono ke BI, Purbaya: Juda Agung 'Mungkin' ke Posisi Saya
Senin, 19 Januari 2026 - 20:48 WIB
loading...
A
A
A
"Kami di KSSK, meskipun masing-masing independen, tetap memastikan kebijakan fiskal dan moneter saling mendukung dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," ungkapnya.
Baca Juga: Dolar AS Dekati Rp17.000, BI Beberkan Penyebab Rupiah Tersungkur
Purbaya juga menegaskan indikator terganggunya independensi bank sentral baru terjadi apabila pemerintah terlibat langsung dalam pengambilan keputusan moneter, seperti penetapan suku bunga. Ia memastikan pemerintah selalu menjaga jarak sesuai amanat undang-undang. "Kalau itu dilakukan, barulah tampak bahwa BI tidak independen. Tapi, ini bukanlah kasusnya," jelas Purbaya.
Ia berharap penjelasan tersebut dapat meredam kekhawatiran pelaku pasar terkait potensi intervensi politik di Bank Indonesia. Menurutnya, rotasi pejabat justru dapat memperkaya perspektif kebijakan fiskal dan moneter tanpa mengorbankan integritas dan kemandirian institusi.
Baca Juga: Dolar AS Dekati Rp17.000, BI Beberkan Penyebab Rupiah Tersungkur
Purbaya juga menegaskan indikator terganggunya independensi bank sentral baru terjadi apabila pemerintah terlibat langsung dalam pengambilan keputusan moneter, seperti penetapan suku bunga. Ia memastikan pemerintah selalu menjaga jarak sesuai amanat undang-undang. "Kalau itu dilakukan, barulah tampak bahwa BI tidak independen. Tapi, ini bukanlah kasusnya," jelas Purbaya.
Ia berharap penjelasan tersebut dapat meredam kekhawatiran pelaku pasar terkait potensi intervensi politik di Bank Indonesia. Menurutnya, rotasi pejabat justru dapat memperkaya perspektif kebijakan fiskal dan moneter tanpa mengorbankan integritas dan kemandirian institusi.
(nng)
Lihat Juga :