Co-Firing Biomassa, PLN IP Berhasil Tekan 1,26 Juta Ton Emisi Karbon
Kamis, 12 Maret 2026 - 19:00 WIB
loading...
Implementasi co-firing biomassa PLN IP berhasil menurunkan emisi hingga 1,26 juta ton emisi karbon pada 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PLN Indonesia Power (PLN IP) mencatatkan produksi energi bersih berbasis biomassa sebesar 1.101,59 gigawatt hour (GWh) sepanjang 2025. Capaian tersebut meningkat 16% dibandingkan tahun sebelumnya seiring optimalisasi program co-firing biomassa di sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dikelola perusahaan.
“Produksi energi bersih berbasis biomassa sebesar 1.101,59 GWh ini merupakan bukti komitmen PLN Indonesia Power dalam mengakselerasi bauran energi hijau, sekaligus memastikan keandalan sistem kelistrikan tetap terjaga. Implementasi co-firing kami jalankan secara prudent, bertahap, dan berbasis manajemen risiko, sehingga proses dekarbonisasi tidak mengganggu stabilitas pasokan listrik nasional,” ujar Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: PLN IP Komitmen Optimalkan Energi Surya dengan Potensi 3.295 GW
Produksi energi tersebut dihasilkan melalui pemanfaatan 1.140.253 ton biomassa yang berasal dari berbagai limbah pertanian dan industri. Bahan baku yang digunakan antara lain serbuk kayu, cangkang sawit, pellet tandan kosong, sekam padi, woodchip, wood pellet, bonggol jagung, limbah racik uang kertas, hingga bahan bakar jumputan padat.
Pemanfaatan biomassa ini juga menjadi bagian dari implementasi prinsip ekonomi sirkular dengan mengonversi limbah menjadi sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil di sektor pembangkitan listrik.
Secara paralel, program co-firing biomassa turut memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan emisi karbon. Hingga akhir 2025, PLN Indonesia Power mencatat pengurangan emisi sebesar 1.259.696 ton CO2 avoided atau meningkat 16% dibandingkan tahun 2024.
Baca Juga: PLN EPI Kirim 6.700 Ton Cangkang Sawit ke PLTU Balikpapan
Bernadus menambahkan, strategi pemanfaatan biomassa tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi melalui penguatan rantai pasok domestik. Hal ini turut membuka peluang pemberdayaan sektor pertanian serta industri pengolahan limbah di berbagai daerah.
“Ke depan, PLN Indonesia Power akan terus meningkatkan skala dan kualitas implementasi co-firing sebagai bagian dari roadmap transisi energi korporasi. Kami berkomitmen menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan, sejalan dengan target EBT nasional dan aspirasi dekarbonisasi jangka panjang,” tambahnya.
“Produksi energi bersih berbasis biomassa sebesar 1.101,59 GWh ini merupakan bukti komitmen PLN Indonesia Power dalam mengakselerasi bauran energi hijau, sekaligus memastikan keandalan sistem kelistrikan tetap terjaga. Implementasi co-firing kami jalankan secara prudent, bertahap, dan berbasis manajemen risiko, sehingga proses dekarbonisasi tidak mengganggu stabilitas pasokan listrik nasional,” ujar Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: PLN IP Komitmen Optimalkan Energi Surya dengan Potensi 3.295 GW
Produksi energi tersebut dihasilkan melalui pemanfaatan 1.140.253 ton biomassa yang berasal dari berbagai limbah pertanian dan industri. Bahan baku yang digunakan antara lain serbuk kayu, cangkang sawit, pellet tandan kosong, sekam padi, woodchip, wood pellet, bonggol jagung, limbah racik uang kertas, hingga bahan bakar jumputan padat.
Pemanfaatan biomassa ini juga menjadi bagian dari implementasi prinsip ekonomi sirkular dengan mengonversi limbah menjadi sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil di sektor pembangkitan listrik.
Secara paralel, program co-firing biomassa turut memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan emisi karbon. Hingga akhir 2025, PLN Indonesia Power mencatat pengurangan emisi sebesar 1.259.696 ton CO2 avoided atau meningkat 16% dibandingkan tahun 2024.
Baca Juga: PLN EPI Kirim 6.700 Ton Cangkang Sawit ke PLTU Balikpapan
Bernadus menambahkan, strategi pemanfaatan biomassa tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi melalui penguatan rantai pasok domestik. Hal ini turut membuka peluang pemberdayaan sektor pertanian serta industri pengolahan limbah di berbagai daerah.
“Ke depan, PLN Indonesia Power akan terus meningkatkan skala dan kualitas implementasi co-firing sebagai bagian dari roadmap transisi energi korporasi. Kami berkomitmen menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan, sejalan dengan target EBT nasional dan aspirasi dekarbonisasi jangka panjang,” tambahnya.
(nng)
Lihat Juga :