Adaptasi Kilat ala Restoran

Senin, 21 September 2020 - 06:14 WIB
loading...
A A A
Pengamat kulinerGupta Sitorus yang juga editor majalah Kenduri menilai, para pelaku usaha F&B perlu memikirkan kembali strategi bisnis termasuk meninjau uang sistem pengadaan sehingga produk produk mereka lebih terjangkau dan atraktif buat konsumen.

“Ini termasuk merasionalisasi rangkaian produk atau menu menjadi lebih ringkas. Supaya tidak menambah beban inventori,” katanya.

Di sisi lain, ujar di, pelaku usaha juga didorong untuk optimalisasi distribution kanal penjualan ke e-commerce dan online. Ini berarti pelaku sektor F&B harus berinovasi dengan membuat produk yang ramah delivery.

Tren Restoran 2012

Pakar marketing dari Inventure Yuswohady mengatakan, para pengelola usaha restoran harus benar-benar mempersiapkan diri menghadapi era baru yakni Era Next Normal. Era ini disebutnya sebagai kelanjutan era kehidupan setelah new normal, dan old normal sebelum adanya pandemi Covid-19.

Dia menyebutkan, keberadaan vaksin Covid yang diperkirakan baru mulai diproduksi Januari tahun depan menjadi titik balik ekonomi kembali menggeliat. Namun, perlu disadari bahwa situasi tidak akan pernah kembali normal mengingat pandemi telah mengubah perilaku konsumen secara ekstrim.

“2021 harus menjadi tahun kebangkitan. Apalagi bisnis sektor industri restoran dan F&B dinilai paling cepat bangkit di tengah kelesuan bisnis akibat pandemi Covid-19,” kata Yuswohady saat menyampaikan Resto Industry Outlook 2021, di Jakarta pekan lalu. (Baca juga: Koeman Sarankan Puig Segera Tinggalkan Barcelona)

Menurut dia, restoran merupakan salah satu sektor usaha yang paling terkena dampak Covid-19. Namun, sektor itu juga dinilai paling cepat bangkit.

“Kemungkinan bangkitnya industri resto cukup besar dan harusnya di 2021 tumbuh. Kalau tidak akan nyungsep. Untuk itu perlu dipersiapkan sejak sekarang," ungkapnya.

Dia menjelaskan, di masa pandemi, bisnis restoran harus bisa hidup beradaptasi di tiga lingkungan ekonomi. Pertama, Hygiene Economy di mana Cleanliness, Healthiness, dan Safety (CHS) menjadi penentu krusial.

Kedua, Low-Touch Economy di mana operasional resto (front-end maupun back-end) harus memperkecil persentuhan fisik. Ketiga, Less Crowd Economy dimana jaga jarak menjadi sebuah keharusan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. (Baca juga: Lahan TPU di Pondok Rangon Diperlua Sekitar 13.500 Meter Persegi)

Selain memprioritaskan CHS, Yuswohady memperkirakan akan ada empat perubahan bisnis lainnya dari sisi konsumen. Pertama, konsumen akan lebih memilih konsep fast casual dining di mana mereka datang hanya untuk makan tanpa berlama-lama di lokasi. Ini akan mengubah pola bisnis dan perilaku kosumen saat dine-in di restoran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Konsumen Asia Pasifik...
Konsumen Asia Pasifik Diperkirakan Bakal Belanja Lebih Banyak Barang Opsional di 2024
Bukan Krisis Biasa,...
Bukan Krisis Biasa, Sri Mulyani Sebut Luka Memar Akibat Pandemi Sangat Dalam
Kabar Buruk dari China,...
Kabar Buruk dari China, Bisnis Kontainer Lumpuh Akibat Kebijakan Nol Covid
Menko Airlangga Ajak...
Menko Airlangga Ajak Anak Muda Tetap Optimistis Sambut New Normal
Menko Airlangga: Pertumbuhan...
Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Penting untuk Menyerap Tenaga Kerja
Daripada PPKM Darurat,...
Daripada PPKM Darurat, Mending Lockdown 14 Hari dan Siapkan Subsidi Gaji Rp5 Juta
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Bunuh Sel Zombie, Ilmuwan...
Bunuh Sel Zombie, Ilmuwan Ungkap Efek Menakutkan Mantan Pasien Covid-19
Keputusan China Akhiri...
Keputusan China Akhiri 'Nol Covid-19' Diduga Picu 1,9 Juta Ekses Kematian
Rekomendasi
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
KPK Ungkap Anak Buah...
KPK Ungkap Anak Buah Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
Berita Terkini
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Infografis
Restoran hingga Tempat...
Restoran hingga Tempat Hiburan Berikan Promo Terbaik usai Nyoblos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved