Garuda Indonesia Tunggu Izin Penerbangan Khusus Pebisnis dari Kemenhub

Selasa, 05 Mei 2020 - 10:12 WIB
loading...
Garuda Indonesia Tunggu...
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masih menunggu keluarnya izin penerbangan khusus untuk kepentingan bisnis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat PSBB. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masih menunggu keluarnya izin penerbangan khusus untuk kepentingan bisnis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pasalnya, dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik seluruh transportasi tidak diperkenankan melakukan perjalanan untuk mengangkut penumpang.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya telah mengajukan izin setelah Permenhub (Peraturan Menteri Perhubungan) diresmikan. Karena, menurut pihaknya ada pasal yang memungkinkan untuk maskapai mengajukan izin pada Pasal 20 Ayat 1(F).

"Jadi, kita menyampaikan usulanberapa penerbangan dengan alasan-alasan yang kita sampaikan, namun sampai diskusi kita berapa kali dengan Kementerian Perhubungan mereka menyarankan untuk menunggu surat edaran atau juklak dari kementerian mengenai extension flight atau penerbangan khusus," ujar Irfan dalam video conference.

Sambung dia menambahkan, dirinya telah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Perhubungan terkait izin penerbangan khusus tersebut, yang diantaranya adalah penerbangan untuk kepentingan bisnis. "Kita sangat setuju, pertama bahwa penerbangan tidak boleh digunakan untuk alasan mudik. Kedua, kita juga sangat setuju bahwa dengan kondisi tertentu boleh terbang dengan syarat-syarat tertentu," ucapnya.

Mengenai hal tersebut, pihaknya juga tidak membuka iklan apapun terkait penerbangan khusus tersebut karena izin dari pemerintah belum keluar. Irfan menyebut pihaknya akan mematuhi apapun peraturan yang nantinya ditetapkan oleh Kemenhub terkait izin penerbangan khusus.

Perseroan pun telah mengusulkan seluruh rute yang dimiliki oleh Garuda Indonesia, namun yang terdapat perbedaan hanyalah jumlah perjalanannya saja. "Misalnya rute yang gemuk kita minta kurangi, kalau ga salah ada beberapa rute sehari sekali, yang biasanya sehari 5-7 kali, sehari sekali aja," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik, Begini Penjelasan Dirutnya
Menjaga Maskapai Garuda...
Menjaga Maskapai Garuda Tetap Mengangkasa lewat Suntikan Modal Danantara
Operasional Membaik,...
Operasional Membaik, Garuda Indonesia Optimistis Raup Untung di 2026
Bukti Penyehatan Maskapai...
Bukti Penyehatan Maskapai Garuda Indonesia usai Badai Finansial
Garuda Indonesia Gabung...
Garuda Indonesia Gabung Asosiasi Kargo Internasional TIACA, Akses Pasar Makin Luas
Moncer di Awal 2025,...
Moncer di Awal 2025, Garuda Indonesia Cetak Pendapatan Rp11,6 Triliun
Telkomsel Prestige SkyEase...
Telkomsel Prestige SkyEase Bikin Terbang ala Sultan: Dijemput, Dimanja di Lounge, Diantar ke Pesawat
Terungkap, Pesawat Khusus...
Terungkap, Pesawat Khusus Pemerintah Rusia Terbang ke AS di Tengah Permusuhan Sengit
Garuda Indonesia Buka...
Garuda Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Semua Jurusan, Cek Infonya di Sini
Rekomendasi
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Berita Terkini
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved