Sri Mulyani Bilang Indonesia Resesi, Investor Mulai Waspada

Rabu, 23 September 2020 - 10:00 WIB
loading...
Sri Mulyani Bilang Indonesia...
Menkeu Sri Mulyani. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai ucapan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengenai kuartal ketiga akan resesi akan membuat investor asing dan para pelaku pesar mulai waspada. (Baca: Pertama Sejak 1998, Ekonomi Indonesia 2020 Diramal Minus 1,7% )

Hal ini dikarenakan para pelaku pasar dan investor akan melakukan penyesuaian dan mengambil langkah jika ekonomi Indonesia dipastikan resesi.

"Investor mulai melakukan penyesuaian terhadap strategi investasi dan merombak portfolio aset untuk tekan rugi," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (23/9/2020). (Baca juga: Pemerintah Diingatkan agar Tak Sembarang Bikin Lembaga Investasi Baru )

Kata dia, pernyataan Sri Mulyani yang mengindikasi resesi akan direspon negatif oleh pasar, dimana IHSG mengalami tekanan sehingga bergerak di bawah level 5.000.

"Sementara itu investor asing terus melakukan jual bersih atau nett sells yang menembus Rp2,35 triliun sepekan terakhir di seluruh pasar," katanya.

Dia menambahkan, ucapan Sri Mulyani merupakan strategi komunikasi yang mirip dengan kuartal II/2020 lalu. Beberapa kali Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis revisi pertumbuhan ekonomi, sehingga ketika minusnya 5,3% di kuartal II justru IHSG naik diatas 5.100. Artinya, kata dia, investor sudah price in di pasar. (Baca juga: Kompak Didorong 210 Saham, Indeks Pagi Ini Masuk ke Zona Hijau )

"Strategi ini mau digunakan lagi, sehingga shock pada pasar saham diharapkan di awal, sebelum 5 november nanti ketika BPS umumkan resmi pertumbuhan kuartal III/2020," jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
Di Motion Trade, Anargya...
Di Motion Trade, Anargya Asset Management Bikin Challenge dengan Total Reward Rp25 Juta
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Rekomendasi
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Aktivis Pemuda Apresiasi...
Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
Berita Terkini
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved