Sarinah Jadi 'Rumah' UMKM, Produk Asing Boleh Gabung Asalkan Memenuhi Syarat Ini
Senin, 28 September 2020 - 20:48 WIB
loading...
Gedung Sarinah sebelum dipugar. Foto/Dok SINDOphoto/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendorong langkah transformasi bisnis yang dilakukan PT Sarinah (Persero). Salah satunya dengan menggandeng Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan upaya terbaik untuk menggandeng pelaku UMKM. Salah satunya menyediakan tempat bagi UMKM di gedung Sarinah. Bahkan, manajemen perseroan plat merah ini akan berupaya agar produk-produk UMKM mampu bersaing di pasar global.
Dalam konsep bisnis baru ini, manajemen pusat perbelanjaan yang dibangun era Soekarno itu juga tetap mengakomodir produk asing. Namun dengan catatan, pelaku pasar dari produk asing bisa bekerja sama dengan UMKM. (Baca juga: Masker Kain Wajib SNI Sejatinya Penting, Perlakuan untuk UMKM Harus Istimewa )
"Fokusnya produk UMKM dan lokal, kami tak menutup sekali dengan produk global tapi yang pasti produk global ini akan mempunyai keberpihakan kepada produk lokal," ujar Fetty dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI, Senin (28/9/2020).
Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan, transformasi Sarinah tersebut juga mengikuti tren pasar saat ini karena bisnis ritel bersifat sangat dinamis. Oleh karena itu, Sarinah akan menyediakan trading house yang akan mempertemukan pembeli dan penjual produk UMKM yang berorientasi pada ekspor.
Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan upaya terbaik untuk menggandeng pelaku UMKM. Salah satunya menyediakan tempat bagi UMKM di gedung Sarinah. Bahkan, manajemen perseroan plat merah ini akan berupaya agar produk-produk UMKM mampu bersaing di pasar global.
Dalam konsep bisnis baru ini, manajemen pusat perbelanjaan yang dibangun era Soekarno itu juga tetap mengakomodir produk asing. Namun dengan catatan, pelaku pasar dari produk asing bisa bekerja sama dengan UMKM. (Baca juga: Masker Kain Wajib SNI Sejatinya Penting, Perlakuan untuk UMKM Harus Istimewa )
"Fokusnya produk UMKM dan lokal, kami tak menutup sekali dengan produk global tapi yang pasti produk global ini akan mempunyai keberpihakan kepada produk lokal," ujar Fetty dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI, Senin (28/9/2020).
Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan, transformasi Sarinah tersebut juga mengikuti tren pasar saat ini karena bisnis ritel bersifat sangat dinamis. Oleh karena itu, Sarinah akan menyediakan trading house yang akan mempertemukan pembeli dan penjual produk UMKM yang berorientasi pada ekspor.
Lihat Juga :