Cerita Bos Bukalapak Soal Pedagang UMKM yang Gagap Jualan Daring

loading...
Cerita Bos Bukalapak Soal Pedagang UMKM yang Gagap Jualan Daring
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Dampak pandemi Covid-19yang melanda Indonesia membuat seluruh pedagang UMKMharus bertransformasi digital. Perubahan itu mesti dilakukan agar kelompok usaha itu dapat terus eksis berjualan.

Nah ternyata, mengubah kebiasaan yang sudah bertahun-tahun, yaitu berdagang secara tatap muka, tak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Beberapa pebisnis UMKM yang mulai merambah pasar daring kelihatan masih gagap dalam berdagang secara elektronik. (Baca juga:Bakal Dikubur, Kementerian BUMN Tutup Mulut Soal Nama 14 BUMN)

"Kita juga ada beberapa pengalaman yang menunjukkan produsen-produsen UMKM itu mengalami kesulitan untuk berdagang (daring)," kata CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin dalam diskusi virtual, Rabu (30/9/2020).

Dia menyatakan bisa berbicara seperti itu karena pernah membuktikannya sendiri. Kala itu, dirinya mencoba membeli sebuah produk UMKM dari salah satu toko di Bukalapak.



"Produsen UMKM binaan salah satu kementerian masuk ke tempat kita. Kita coba taruh di depan, terus saya coba order, ordernya lama. Malah ada yang enggak dikirim," ujarnya. (Baca juga:Saat Kapolri Idham Azis Ungkap Keinginan Makan Bareng Komisi III di Gedung DPR)

Dia menyebut memang tak semua orang mampu memiliki skil berdagang yang baik. Namun, hal itu dapat dipelajari bila yang bersangkutan memang memiliki keteguhan hati dalam membangun usahanya.

"Jadi kadang-kadang produsen tidak siap jadi pedagang. Itu membutuhkan skil dan mental tersendiri," kata dia.
(uka)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top