alexametrics

Melengkapi Rumah dengan Musala Agar Lebih Nyaman Beribadah

loading...
Melengkapi Rumah dengan Musala Agar Lebih Nyaman Beribadah
Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Menghadirkan ruang ibadah di dalam rumah saat ini sudah menjadi kebutuhan tersendiri. Lambat laun desain musala pun semakin berkembang sesuai kebutuhan.

Jika dahulu orang cenderung mengabaikan desain musala, sekarang orang makin berusaha keras membuat tampilan musala menjadi lebih cantik dan bergaya agar kegiatan ibadan Anda semakin nyaman.

Bentuk-bentuk lengkung yang mirip kubah masjid pun mulai ditinggalkan. Menurut arsitek Adhi Moersjid, penggunaan lengkung untuk musala yang ada di dalam rumah adalah bukan kewajiban. Yang terpenting adalah desainnya harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan luas ruangan yang ada.



"Yang harus diperhatikan adalah esensi dari musala itu sendiri. Namun, tidak ada larangan juga untuk menggunakan lengkungan-lengkungan sebagai ornamen pada musala selama ruangnya memungkinkan," jelasnya.

Hal yang terpenting adalah ornamen yang ada di dalamnya tidak terlalu ramai dan membuat ruang ibadah menjadi terkesan sempit. Kalau pun Anda ingin menggunakannya, jangan meletakkan itu dekat dengan mihrab karena bisa merusak konsentrasi saat salat.

Menciptakan ruang ibadah yang nyaman juga bisa diciptakan pada ruangan berukuran 2 m x 2,5 m. Anda bisa memilih ruang kecil perbatasan antara ruang tamu dengan ruang keluarga. Selain strategis, musala yang berada di antara ruangan ini bisa dibuat dengan konsep terbuka.

"Konsep ruang ibadah terbuka memiliki keuntungan yang banyak, salah satunya bisa menampung jamaah yang banyak. Selain itu, sirkulasi udara di dalamnya pun lebih baik dan nyaman saat beribadah," ungkap Adhi.

Untuk rumah bergaya minimalis, sebaiknya desain musala juga dirancang secara minimalis. Tidak ada lekuk atau permainan di dinding agar lebih berkesan lapang dan lebih fokus beribadah. Selain itu juga, agar tidak bosan Anda bisa meletakkan sebuah lukisan kaligrafi berwarna netral di dinding mihrab.

Tidak hanya memberi sentuhan akseoris, hal yang penting dan harus dipertimbangkan dengan baik adalah memilih palapis lantai yang tepat. Jika salah memilih, kegiatan beribadah Anda pun terasa kurang nyaman.

"Untuk lantai, bisa menggunakan parket kayu yang kemudian di-finishing melamik warna gelap. Material ini sangat efisien karena mudah perawatannya. Jika ā€ˇmenggunakan karpet lebih rentan risiko, seperti mudah basah dan berbau apek," tegasnya.

Sedangkan untuk pemilihan warna di dalam musala pun sangat penting untuk menentukan pencapaian khusyuk menurut versi Anda sendiri. "Ada orang yang suka dengan musala yang tidak terlalu terang dengan lampu kekuningan supaya tercipta suasana syahdu. Sebaliknya, ada juga yang menyukai suasana terang agar ibadah tidak terganggu," papar Adhi.

Warna hijau bisa dijadikan salah satu pilihan yang tepat untuk mewarnai ruang ibadah Anda. Karena warna hijau selalu dikaitkan dengan segala sesuatu yang berbau religius.

Hal ini pun diungkapkan oleh desainer interior dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Anies Alkurratu. Menurutnya, hijau memang erat dengan kesejukan dan bersifat mendinginkan. Secara psikologis, hijau memang cocok untuk menciptakan kesan sejuk dan tenang.

Namun sebenarnya, ada warna lain yang juga memiliki sifat sejuk dan dingin. Misalnya, biru yang bisa juga dipakai untuk menciptakan suasana tenang. Warna natural seperti cokelat juga cocok bagi yang menyenangi suasana hangat.

Sedangkan untuk besaran musala di rumah ditentukan dari jumlah keluarga. "Ukuran untuk orang salat adalah 0,6 cm x 1,2 cm = 0,72 satu sajadah saja. Kalikan saja angka ini dengan banyak orang yang akan salat lalu tambahkan dengan 30% untuk sirkulasi," katanya. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top