Awas Tergoda Janji Manis Online Shop Palsu
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Dia pun mencoba bertanya kepastian kedatangan barang yang dipesannya kepada pemilik akun online shop tersebut. Sayangnya, Duma tidak mendapatkan kejelasan akan barang yang dipesannya. Pihak online shop tersebut berdalih barang sudah dikirim dan seolah lepas tangan. (Baca juga: Usir Keluhan Menopause dengan Kedelai)
"Sampai saat ini tidak ada info lebih lanjut. Jumlahnya juga cukup lumayan, waktu itu saya transfer sekitar Rp10 juta. Saya juga sudah melaporkan kerugian ini ke email perusahaan yang bersangkutan. Selanjutnya, sudah malas untuk melakukan laporan, sebab tidak ada gerak dari pihak sananya," paparnya.
Lantaran tidak ingin nasib serupa dialami lebih banyak orang, Duma hanya bisa membagikan pengalaman itu melalui Insta Stories. Tidak disangka, respons yang datang cukup banyak dan ternyata lapak onlineshop tersebut tidak sekali melakukan aksi kurang bertanggung jawab tersebut.
"Terus akhirnya saya hanya bisa share pengalaman ini di media sosial. Dan hasil yang saya dapat dari followers saya, mereka juga ada yang dikerjain online shop ini. Setelah ditelusuri nomor rekening yang tertera dalam kolom Instagramnya pun sudah melakukan banyak penipuan," tuturnya.
Duma tidak ingin melebih-lebihkan apa yang pernah dialaminya. Meski dirinya mengalami kerugian yang tidak terlalu besar, bila dilakukan pada banyak orang hasilnya bisa mencapai angka ratusan juta. Dia juga merasa khawatir karena kasus seperti ini sulit untuk ditindaklanjuti lebih pasti. (Lihat videonya: Preman Pengancam PNS Menggunakan Ular Diciduk Polisi)
"Jadi kapok belanja di online shop yang memang tidak tahu track record-nya. Lebih baik yang sudah pasti aja seperti di e-commerce atau melalui platform digital yang terdapat jasa kirimnya seperti Go-jek. Jadi kita bebas memilih dan bisa dipantau barangnya," tegasnya. (Aprilia S Andyna)
"Sampai saat ini tidak ada info lebih lanjut. Jumlahnya juga cukup lumayan, waktu itu saya transfer sekitar Rp10 juta. Saya juga sudah melaporkan kerugian ini ke email perusahaan yang bersangkutan. Selanjutnya, sudah malas untuk melakukan laporan, sebab tidak ada gerak dari pihak sananya," paparnya.
Lantaran tidak ingin nasib serupa dialami lebih banyak orang, Duma hanya bisa membagikan pengalaman itu melalui Insta Stories. Tidak disangka, respons yang datang cukup banyak dan ternyata lapak onlineshop tersebut tidak sekali melakukan aksi kurang bertanggung jawab tersebut.
"Terus akhirnya saya hanya bisa share pengalaman ini di media sosial. Dan hasil yang saya dapat dari followers saya, mereka juga ada yang dikerjain online shop ini. Setelah ditelusuri nomor rekening yang tertera dalam kolom Instagramnya pun sudah melakukan banyak penipuan," tuturnya.
Duma tidak ingin melebih-lebihkan apa yang pernah dialaminya. Meski dirinya mengalami kerugian yang tidak terlalu besar, bila dilakukan pada banyak orang hasilnya bisa mencapai angka ratusan juta. Dia juga merasa khawatir karena kasus seperti ini sulit untuk ditindaklanjuti lebih pasti. (Lihat videonya: Preman Pengancam PNS Menggunakan Ular Diciduk Polisi)
"Jadi kapok belanja di online shop yang memang tidak tahu track record-nya. Lebih baik yang sudah pasti aja seperti di e-commerce atau melalui platform digital yang terdapat jasa kirimnya seperti Go-jek. Jadi kita bebas memilih dan bisa dipantau barangnya," tegasnya. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Lihat Juga :