Vietnam Raup Untung Imbas Geger Demo di Thailand, RI Plonga-Plongo?

Minggu, 18 Oktober 2020 - 13:25 WIB
loading...
Vietnam Raup Untung...
Ribuan mahasiswa dan pelajar kembali berunjuk rasa menuntut reformasi kerajaan Thailand dan meminta PM Thailand Prayuth Chan-ocha mundur dari jabatannya. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan Pemerintah Indonesia bisa memanfaatkan peluang aksi demonstrasi besar-besaran di Bangkok, Thailand. Pasalnya, aksi protes ribuan orang tersebut semakin memanas sehingga membuat investor ketar-ketir.

Kondisi memanas tersebut menuntut penyelenggaraan demokrasi yang lebih luas dan reformasi kerajaan. Adapun aksi unjuk rasa yang digawangi para mahasiswa tersebut telah berlangsung selama tiga bulan."Dalam sejarahnya Thailand mengalami Kudeta sebanyak 20 kali. Situasi kali ini tidak terlalu berdampak pada aliran modal investor asing di pasar modal," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews, Minggu (18/10/2020).

Baca Juga: Didesak Mundur Puluhan Ribu Demonstran, PM Thailand Bertahan

Menurut dia apabila pemeritah inging memanfaatkan kondisi krisis politik di Thailand, maka perlu dilakukan reformasi struktural. "Sektor pertanian kita diperkuat, daya saing khususnya pada paska panen diperbaiki dengan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri," katanya.

Baca Juga: Protes Raja Tak Berhenti, Thailand Larang Demonstrasi

Dia menambahkan sektor manufaktur perlu melakukan revitalisasi dengan teknologi yang mutakhir dan efisiensi biaya produksi. Hal ini agar investor tertatik berinvestasi ke Indonesia. Sementara dalam jangka menengah krisis politik di Thailand hanya akan menguntungkan Vietnam bukan Indonesia baik ditinjau dari sisi geografis maupun kepastian berusaha. "Secara geografis lebih dekat dengan Thailand. Vietnam juga terbukti telah berhasil menarik relokasi industri saat perang dagang AS-China," tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Investasi Asing Lebih...
Investasi Asing Lebih Pilih Malaysia, Singapura, dan Vietnam daripada Indonesia
Porsi Investasi Asing...
Porsi Investasi Asing Cuma 1,8%, Ekonom: Perizinan Masih Berlarut-larut
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
Di Depan Investor Asing,...
Di Depan Investor Asing, Purbaya Janji Bereskan Hambatan Investasi di RI
Puji Ritel Asal Korea,...
Puji Ritel Asal Korea, BPJPH: Investasi Asing Justru Peduli Aturan Halal
Ajak Pengusaha Jepang...
Ajak Pengusaha Jepang Berinvestasi, Presiden Prabowo Pamer Peran Vital Satgas Debottlenecking
Soal Surat Kadin China...
Soal Surat Kadin China ke Prabowo, DPR Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi
Prabowo Bentuk Satgas...
Prabowo Bentuk Satgas Khusus Sederhanakan Regulasi dan Perizinan
Prabowo di AS: Ungkap...
Prabowo di AS: Ungkap 1.000 Tambang Ilegal Ditutup, 4 Ribu Hektare Lahan Disita
Rekomendasi
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Berita Terkini
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved