Program Biodiesel Dukung Ketahanan Energi Nasional
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 05:27 WIB
loading...
Pekerja menunjukkan kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (30/8/2020). Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Pemanfaatan sumber bahan baku dari dalam negeri dapat mengurangi impor minyak yang pada akhirnya akan mengurangi defisit neraca perdagangan. Salah satu sumber energi yang akan terus dikembangkan adalah biofuel berbasis minyak sawit mentah (CPO).
Ketua Harian Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan, penggunaan biodiesel di Indonesia merupakan fakta bahwa Indonesia telah menjadi net importir minyak bumi sejak tahun 2003-2004.
"Lifting minyak Indonesia terus turun. Hingga tahun 2019, lifting minyak hanya 746.000 barel per hari. Sementara konsumsi minyak mencapai 1,44 juta barel per hari. Artinya, separuh kebutuhan minyak kita harus dipenuhi impor," ujarnya dalam webinar, Kamis (22/10/2020).
(Baca juga: Neraca Dagang Surplus, Tiga Menteri Ekonomi Jokowi Dipuji )
Paulus melanjutkan, konsumsi minyak Indonesia sebenarnya belum begitu besar jika dibandingkan dengan negara Malaysia, Thailand, dan Jepang. Namun, untuk menjadi negara maju seperti mereka maka akan membutuhkan penggunaan energi yang besar. "Intinya jika kita ingin menjadi negara semaju mereka butuh peningkatan penggunaan energi," ungkapnya.
Ketua Harian Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan, penggunaan biodiesel di Indonesia merupakan fakta bahwa Indonesia telah menjadi net importir minyak bumi sejak tahun 2003-2004.
"Lifting minyak Indonesia terus turun. Hingga tahun 2019, lifting minyak hanya 746.000 barel per hari. Sementara konsumsi minyak mencapai 1,44 juta barel per hari. Artinya, separuh kebutuhan minyak kita harus dipenuhi impor," ujarnya dalam webinar, Kamis (22/10/2020).
(Baca juga: Neraca Dagang Surplus, Tiga Menteri Ekonomi Jokowi Dipuji )
Paulus melanjutkan, konsumsi minyak Indonesia sebenarnya belum begitu besar jika dibandingkan dengan negara Malaysia, Thailand, dan Jepang. Namun, untuk menjadi negara maju seperti mereka maka akan membutuhkan penggunaan energi yang besar. "Intinya jika kita ingin menjadi negara semaju mereka butuh peningkatan penggunaan energi," ungkapnya.
Lihat Juga :