Produktif dan Dapat Duit di Tengah Pandemi

Senin, 26 Oktober 2020 - 07:05 WIB
loading...
A A A
Meski mendapat tekanan berat, namun Maman tetap produktif menulis bahkan menghasilkan delapan buku. Enam buku telah terbit hingga Agustus 2020, satu buku akan terbit pada November 2020, dan satu buku kumpulan puisi tentang ibu kandung dan ibu mertuanya berjudul 'Ibu Sebuah Obituari Cinta' sedang tahap akhir dan menunggu waktu terbit. Dari delapan buku tersebut, empat buku ditulis Maman berkolaborasi dengan beberapa orang di antaranya Guru Besar Monash University, Australia Nadirsyah Hosen.

Dari delapan buku tersebut, kata Maman, lima di antaranya sudah disiapkan dan ditulis sejak Oktober hingga Desember 2019. Lima buku ini sebenarnya memang disiapkan untuk terbit pada 2020, tapi bukan direncanakan di saat pandemi. Musababnya kondisi pandemi baru hadir belakangan lebih khusus di Indonesia mulai terungkap suspect pertama pada awal Maret 2020.

"Semesta tuh kayak hanya menyiapkan saya saja. Seperti disiapkan oleh Yang Maha Kuasa untuk menghadapi kondisi ini. Tidak direncanakan kan sebenarnya yang lima buku di masa pandemi. Saya betul-betul disiapkan oleh semesta untuk tetap punya pegangan, tetap punya pekerjaan yang menghasilkan," tuturnya.

Sebagai pekerja kreatif, Maman mengatakan, praktis semua kegiatannya di masa pandemi tidak bisa dilakukan di luar rumah. Maman memenuhi kegiatan literasi, webinar pelatihan kepenulisan, maupun bertindak sebagai konsultan komunikasi bagi beberapa lembaga dan institusi pemerintahan dari rumah dengan tetap bersama keluarga. Kondisi ini jauh berbeda dengan 2019, di mana Maman hanya ada di rumah dua hari dalam satu pekan, yakni Sabtu dan Minggu.

Maman mengakui, dirinya adalah generasi yang gagap teknologi. Di masa pandemi, mau tidak mau ia harus beradaptasi secara cepat dan memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin. Maman berkomunikasi dengan penerbit, memantau perkembangan buku, dan promosi secara online. (Baca juga: Rawan Korupsi, KPK Akan Mobitor Pilkada di Daerah ini)

Bahkan Maman secara mandiri mempromosikan dan menjual buku-buku karyanya melalui akun media sosial miliknya, baik Facebook, Twitter, maupun Instagram. Maman juga harus membungkus sendiri buku jika ada pesanan dari pembaca, berikutnya bolak-balik ke agen-agen kurir untuk mengirimkan pesanan. Lama kelamaan Maman pun jadi terbiasa melayani penjualan secara online.

"Di masa pendemi ini kan toko-toko buku hampir semua tutup dan mereka pindah penjualan dengan cara online. Saya pun harus siap melayani pembaca saya di mana saya menjual sendiri buku saya dari rumah. Mendukung promosinya dari rumah supaya toko-toko buku online juga terbantukan penjualannya," tandasnya.

Kisah lain juga datang dari Muhamad Isnur, warga Kota Tangerang Selatan, Banten. Selama pandemi, dia kini rajin bertanam jahe merah organik dan kunyit hitam. Jahe merah organik telah dilakukan penanaman tahap satu sebanyak 1.100 bibit. Lokasi penanaman berada di Kampung Gunung Picung, Desa Pingku, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Isnur juga mengabarkan penanaman jahe merah organik tahap dua telah selesai dengan jumlah lebih 1.000 bibit pada Juni 2020.

Selama pandemi ini, Isnur ke lahannya satu kali dalam dua pekan. Kadang bisa juga seminggu sekali di akhir pekan jika ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Selama melakukan aktivitasnya ini, ia selalu mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan. (Baca juga: Tips Menyelesaikan Kredit Bermasalah)

"Rencananya kita mau buat 6 tahap, penanaman setiap 2 bulan. Jadi bayangannya di tahun depan saat panen pertama di bulan Juli, selanjutnya kita bisa panen 2 bulan sekali. Jadi bisa berkelanjutan terus menerus," tutur Isnur yang tampak begitu antuasias menceritakan usaha bersama jahe merah organik yang diberinya tagline "Mandiri dan Sejahtera".

Menurut Isnur, ada sejumlah orang yang terlibat sejak awal dalam proyek kecilnya ini, masing-masing Subadri dan Syarif sebagai pemilik lahan sekaligus sebagai petani, serta Fahmi M Ahmadi dan dirinya sendiri. "Target kita sekali panen mencapai minimal 10 ton. Ya mungkin usaha ini kategorinya UMKM. Kita juga kerja sama dengan petani-petani lain untuk membangun aliansi," paparnya.

Isnur mengungkapkan, dia dan Fahmi memiliki alasan kuat memilih sektor pangan dan pertanian. Sejak lama memang Isnur sering bersama petani. Isnur melihat para petani sebagai kelompok yang sangat potensial untuk maju dan sejahtera, tapi karena tidak punya akses serta permainan-permainan di atas menjadikan para petani terus terpuruk.

"Selama pandemi pula kita menyadari bahwa pangan adalah kebutuhan sangat mendasar yang dibutuhkan semua orang. Dalam analisis BPS juga Pertanian adalah sektor yang terus tumbuh positif dibanding sektor lain yang terjun. Jahe merah semakin diminati dan dicari saat pandemi seperti ini, harganya cenderung stabil dan naik, serta perawatannya yang cenderung mudah," ujarnya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Misi Flux Creative Universe...
Misi Flux Creative Universe Membangun Avengers di Industri Kreatif
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Menteri Sandiaga Uno...
Menteri Sandiaga Uno Dorong Sinergi Pemerintah dengan Pelaku Industri Kreatif
Dukung Pertumbuhan Ekonomi...
Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Digital, FanMate Wadahi Para Content Creator
Momen Citra Pariwara...
Momen Citra Pariwara Perkuat Posisi Dentsu Creative Indonesia di Tahun 2023
Alcor Fest 2024 Segera...
Alcor Fest 2024 Segera Digelar, Festival B2B di Sektor Ekonomi Kreatif
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Polapadu 2025: Karya,...
Polapadu 2025: Karya, Kolaborasi, dan Kreasi Mahasiswa DKV New Media BINUS University Hadirkan Spektrum Baru Industri Kreatif
Rekomendasi
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
Hepatitis Merusak Hati...
Hepatitis Merusak Hati Diam-Diam, Kenali Tanda dan Cara Mencegahnya
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved