Pandemi Covid-19 Jadi Motor Penggerak Transformasi Digital UMKM

Senin, 26 Oktober 2020 - 23:29 WIB
loading...
Pandemi Covid-19 Jadi...
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Niken Widiastuti menjelaskan, sektor UMKM diupayakan kembali bergeliat melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 dimanfaatkan sebagai motor penggerak transformasi digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) . Tujuannya tak sekadar mengalihkan UMKM offline menjadi online, tetapi juga memastikan mereka bertahan dan berkembang setelah go digital.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Niken Widiastuti menjelaskan, sektor UMKM diupayakan kembali bergeliat melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) . Dengan begitu, roda perekonomian negara diharapkan ikut semakin kencang bergerak.

“Pemerintah terus mendorong agar dalam situasi pandemi ini UMKM dapat terus berkontribusi bagi perekonomian negara. Kami dorong mulai dari fase produksi hingga konsumsi. Dan ini harus menjadi momen perubahan mindset bahwa kita bangga beli produk UMKM lokal,” tuturnya dalam semina r daring oleh Katadata bertajuk Gernas BBI, Senin (26/10/2020).

(Baca Juga: Pelaku UMKM Wajib Merangkul Teknologi Agar Tidak Lenyap Ditelan Resesi )

Gernas BBI ditujukan untuk meningkatkan kecintaan produk dalam negeri. Program ini juga dilakukan sebagai upaya pemerintah guna mendorong UMKM masuk ke ranah digital. Gernas Bangga Buatan Indonesia diluncurkan Presiden Joko Widodo pada Mei 2020.

Gerakan tersebut diyakini merupakan langkah tepat untuk memacu proses transformasi digital di kalangan UMKM. Tujuan besarnya adalah membuat produk lokal menguasai pasar domestik kemudian ke kancah global.

Melalui Gernas BBI, pemerintah memberikan stimulus kepada UMKM dan ultramikro sekitar Rp 123 triliun dari total anggaran pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp 607 triliun. Dana ini direalisasikan dalam bentuk subsidi bunga, jaminan kredit, relaksasi pajak, dan bantuan produktif kepada UMKM terdampak pandemi.

Mira Tayyiba selaku Staf Ahli Bidang Transformasi Digital Kreativitas dan SDM Kemenko Perekonomian berpendapat, bagaimanapun keberhasilan Gernas BBI ditentukan peran aktif UMKM dan masyarakat untuk mendukung produk lokal.

“BBI ini realisasi dari dua agenda besar pemerintah, yaitu pemulihan perekonomian nasional dan transformasi digital. Kurang dari 5 bulan sejak Mei 2020, Gernas BBI membantu 2,3 juta UMKM pindah dari offline ke online. Ini melampaui target sebenarnya sebanyak 2 juta UMKM,” ujar Mira.

(Baca Juga: Perlu Kebijakan Data Tepat untuk Kembangkan Eksosistem Ekonomi Digital Indonesia )

Dia juga mengutarakan, bertolak dari pencapaian saat ini, target UMKM online melalui Gernas BBI dipatok mencapai 3,5 juta hingga pengujung 2020. Jika ini tercapai akan menambah semakin banyak jumlah UMKM go digital yang kini berkisar 10 juta pelaku usaha, angka yang relatif kecil dibandingkan dengan total populasi UMKM nasional sebanyak 64 juta.

Pemerintah dalam hal ini Kemenko Perekonomian menyadari, semakin banyak UMKM go digital bukan lantas menyelesaikan permasalahan yang ada. Proses ini justru menghadirkan tantangan baru, yakni bagaimana agar mereka yang sudah berjualan secara daring mampu bertahan bahkan berkembang.

“Koordinasi antara pemerintah dengan pelaku usaha sangat dibutuhkan. Pelaku UMKM yang sudah online kemudian didampingi. Selain itu juga bagaimana agar daya beli masyarakat meningkat supaya UMKM yang sudah online dapat terus bertransaksi,” imbuh Mira.

Sementara itu, CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengutarakan dukungannya kepada program Gernas BBI sebagai momentum pendorong proses transformasi digital di kalangan UMKM agar mampu bertahan dalam pandemi Covid-19. Dirinya juga menyatakan dukungan Tokopedia kepada pengusaha dalam negeri.

“Ada lebih dari 800.000 UMKM di Tokopedia yang menjual produk lokal. Kami ikut ajak semua UMKM agar cepat bertransformasi digital, sebab kita tidak tahu ujung pandemi ini. Dengan berdagang online, bisnis UMKM masih bisa berjalan dan bertahan,” kata William.

UMKM Indonesia terpukul cukup keras akibat pandemi Covid-19. Berbagai cara dilakukan agar mereka bertahan, salah satunya dengan mempercepat peralihan UMKM ke era digital. Berdasarkan survei Katadata Insight Center baru-baru ini diketahui, maoritas UMKM atau sebanyak 82,9% mengalami dampak negative pandemi. Hanya sebagian kecil atau 5,9 persen pelaku usaha yang merasakan manfaatnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
Holding Ultra Mikro...
Holding Ultra Mikro Buktikan Dampak Nyata, Evanti Sukses Usaha Rumahan hingga Jadi Agen BRILink
SRC Perkuat Pemberdayaan...
SRC Perkuat Pemberdayaan UMKM, Dorong Omzet Toko Kelontong
MPStore Sabet Penghargaan...
MPStore Sabet Penghargaan DIA 2026, Pacu Inovasi Digital UMKM
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Rekomendasi
Tak Ada Batasan Anggota...
Tak Ada Batasan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil, Wamenkum Persilakan Gugat ke MK
MAKI Temukan Potensi...
MAKI Temukan Potensi Korupsi dalam Kepemilikan SPPG, Sahroni: Kejagung Wajib Usut!
YLBHI Desak Polda Metro...
YLBHI Desak Polda Metro Jaya Naikkan Status Perkara Andrie Yunus
Berita Terkini
Penampakan Sekolah Rakyat...
Penampakan Sekolah Rakyat di Jember dengan Lapangan Bola Standar FIFA, Sedot Anggaran Rp221 Miliar
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
Infografis
Jens Raven Layak Jadi...
Jens Raven Layak Jadi Striker Utama di Timnas Indonesia U-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved