Produk Prancis Banyak yang High-End, MUI Harusnya Ngajak Crazy Rich Ikutan Boikot
Selasa, 03 November 2020 - 21:54 WIB
loading...
Brand Prancis banyak yang high-end harusnya MUI ajak crazy rich ikutan boikot produk Prancis. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Bhima Yudhistira mengungkapkan seruan boikot produk Prancis oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) lebih pas ditujukan kepada crazy rich, para artis atau kelas menengah atas. Pasalnya rata-rata produk Prancis masuk kategori high-end market atau barang-barang mewah.
"Kalau crazy rich, artis, atau pejabat yang boikot produk Prancis baru dampaknya sangat terasa. Dulu saat normal juga ramai fenomena beli barang mewah lewat jasa titipan, tapi sekarang pelaku Jastip tidak bisa keluar negeri karena Covid-19. Ibaratnya barang Prancis sudah jatuh tertimpa tangga," ujar Bhima saat dihubungi SINDONews, di Jakarta, Selasa (3/11/2020).
Baca Juga: MUI Serukan Boikot Produk Prancis, Ini Daftar Produknya
Sementara itu barang-barang milik perusahaan Prancis yang diproduksi di Indonesia sepertinya butuh seruan yang lebih masif agar efek boikotnya lebih terasa. Pasalnya produk seperti makanan minuman juga dikonsumsi kelas bawah setiap hari.
"Ini tidak semudah itu untuk diboikot. Susu SGM, berapa juta bayi yang minum susu formula ini? Aqua juga sudah jadi air minum dalam kemasan yang dikonsumsi banyak rumah tangga. Kecuali boikotnya bersumber langsung dari Pemerintah misalnya, keluarkan aturan stop distribusi semua produk Prancis itu baru efeknya langsung merugikan Prancis," ujarnya.
"Kalau crazy rich, artis, atau pejabat yang boikot produk Prancis baru dampaknya sangat terasa. Dulu saat normal juga ramai fenomena beli barang mewah lewat jasa titipan, tapi sekarang pelaku Jastip tidak bisa keluar negeri karena Covid-19. Ibaratnya barang Prancis sudah jatuh tertimpa tangga," ujar Bhima saat dihubungi SINDONews, di Jakarta, Selasa (3/11/2020).
Baca Juga: MUI Serukan Boikot Produk Prancis, Ini Daftar Produknya
Sementara itu barang-barang milik perusahaan Prancis yang diproduksi di Indonesia sepertinya butuh seruan yang lebih masif agar efek boikotnya lebih terasa. Pasalnya produk seperti makanan minuman juga dikonsumsi kelas bawah setiap hari.
"Ini tidak semudah itu untuk diboikot. Susu SGM, berapa juta bayi yang minum susu formula ini? Aqua juga sudah jadi air minum dalam kemasan yang dikonsumsi banyak rumah tangga. Kecuali boikotnya bersumber langsung dari Pemerintah misalnya, keluarkan aturan stop distribusi semua produk Prancis itu baru efeknya langsung merugikan Prancis," ujarnya.
Lihat Juga :