Ekonom Ini dan Sri Mulyani Sehati: Kondisi Terburuk Sudah Dilewati
Sabtu, 07 November 2020 - 23:18 WIB
loading...
Ekonom Universitas Indonesia (UI) sepakat dengan pernyataan Menkeu Sri Mulyani yang menyatakan, bahwa Indonesia telah melewati masa krisis ekonomi akibat dari pandemi Covid-19. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi sepakat dengan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang menyatakan, bahwa Indonesia telah melewati masa krisis ekonomi akibat dari pandemi Covid-19. Meski secara teknis baru saja mengalami resesi akibat dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi tercatat minus.
"Jadi bahwa saya sepakat dengan pernyataan Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan, red) bahwa masa sulit telah berakhir. Meski secara teknis resesi," katanya dalam polemik MNC Trijaya FM bertajuk 'Efek Resesi di Tengah Pandemi', Sabtu (7/11/2020).
(Baca Juga: Indonesia Resesi, Anak Buah Khusus Sri Mulyani: Itu Pra Kondisi Pemulihan )
Menurutnya, perekonomian RI sudah membaik walaupun minus. Ia melihat bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sangat adaptif dan solid, dengan adanya pertumbuhan kuartal II 2020 ke kuartal III 2020.
"Kuartal II minus 5,3 persen, kuartal III minus 3,49 persen sebenarnya ini di bawah konsensus ya. Konsensus terburuk di kuartal III itu minus 3%. Tetapi tetap saja quarter to quarter malah tumbuh," terangnya.
"Jadi bahwa saya sepakat dengan pernyataan Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan, red) bahwa masa sulit telah berakhir. Meski secara teknis resesi," katanya dalam polemik MNC Trijaya FM bertajuk 'Efek Resesi di Tengah Pandemi', Sabtu (7/11/2020).
(Baca Juga: Indonesia Resesi, Anak Buah Khusus Sri Mulyani: Itu Pra Kondisi Pemulihan )
Menurutnya, perekonomian RI sudah membaik walaupun minus. Ia melihat bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sangat adaptif dan solid, dengan adanya pertumbuhan kuartal II 2020 ke kuartal III 2020.
"Kuartal II minus 5,3 persen, kuartal III minus 3,49 persen sebenarnya ini di bawah konsensus ya. Konsensus terburuk di kuartal III itu minus 3%. Tetapi tetap saja quarter to quarter malah tumbuh," terangnya.
Lihat Juga :