Dituding Lakukan Monopoli Bisnis Online, Amazon Digugat Uni Eropa

loading...
Dituding Lakukan Monopoli Bisnis Online, Amazon Digugat Uni Eropa
Foto/Istimewa
LONDON - Regulator Uni Eropa (UE) menuding raksasa e-commerce Amazon telah melanggar aturan antimonopoli Eropa, dengan menggunakan data sensitif untuk keuntungannya sendiri. Amazon dituding menyalahgunakan posisi dominannya dalam ritel online dengan praktik persaingan usaha tidak sehat atas pesaing.

Regulator mengatakan, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu telah mengakses data independen dari perusahaan kecil dan menengah yang menggunakan platformnya, seperti angka penjualan, kunjungan halaman atau informasi pengiriman. Amazon kemudian menggunakan itu untuk membantu penjualan produk berlabelnya sendiri, atau dalam memilih pemasok.

"Data aktivitas penjual pihak ketiga tidak boleh digunakan untuk kepentingan Amazon saat bertindak sebagai pesaing. Dalam posisi sebagai penjual, akses yang adil dan tidak terdistorsi ke konsumen online penting bagi semua penjual," kata Komisaris Persaingan Usaha UE, Margrethe Vestager dikutip dari CNBC Rabu (11/11/2020).

Baca Juga: Bos Amazon, Microsoft hingga Facebook Ramai-ramai Ucapkan Selamat untuk Biden-Harris



Amazon membantah tuduhan tersebut, dan bersikeras bahwa praktik bisnisnya jauh dari tindakan monopoli. Amazon mengatakan keberadaanya hanya mewakili kurang dari 1 persen pasar ritel global, dan ada pengecer yang lebih besar di setiap negara tempat Amazon beroperasi, termasuk di UE."Tidak ada perusahaan yang lebih peduli tentang bisnis kecil atau telah berbuat lebih banyak untuk mendukung mereka selama dua dekade terakhir selain Amazon," kata juru bicara Amazon.

Baca Juga: Hampir 20.000 Pekerja Amazon Dinyatakan Positif Covid-19

Amazon berpotensi dijatuhi denda 10 persen dari omzet globalnya jika terbukti melanggar undang-undang antimonopoli UE, sekitar 19 miliar dolar AS. Dikhawatirkan, raksasa teknologi yang memiliki sistem operasi seperti iOS Apple, Google di android atau Amazon's Marketplace memanfaatkan kekuatan besarnya atas bisnis yang sepenuhnya bergantung padanya.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top