Dituding Lakukan Monopoli Bisnis Online, Amazon Digugat Uni Eropa

Rabu, 11 November 2020 - 08:00 WIB
loading...
Dituding Lakukan Monopoli...
Foto/Istimewa
A A A
LONDON - Regulator Uni Eropa (UE) menuding raksasa e-commerce Amazon telah melanggar aturan antimonopoli Eropa, dengan menggunakan data sensitif untuk keuntungannya sendiri. Amazon dituding menyalahgunakan posisi dominannya dalam ritel online dengan praktik persaingan usaha tidak sehat atas pesaing.

Regulator mengatakan, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu telah mengakses data independen dari perusahaan kecil dan menengah yang menggunakan platformnya, seperti angka penjualan, kunjungan halaman atau informasi pengiriman. Amazon kemudian menggunakan itu untuk membantu penjualan produk berlabelnya sendiri, atau dalam memilih pemasok.

"Data aktivitas penjual pihak ketiga tidak boleh digunakan untuk kepentingan Amazon saat bertindak sebagai pesaing. Dalam posisi sebagai penjual, akses yang adil dan tidak terdistorsi ke konsumen online penting bagi semua penjual," kata Komisaris Persaingan Usaha UE, Margrethe Vestager dikutip dari CNBC Rabu (11/11/2020).

Baca Juga: Bos Amazon, Microsoft hingga Facebook Ramai-ramai Ucapkan Selamat untuk Biden-Harris

Amazon membantah tuduhan tersebut, dan bersikeras bahwa praktik bisnisnya jauh dari tindakan monopoli. Amazon mengatakan keberadaanya hanya mewakili kurang dari 1 persen pasar ritel global, dan ada pengecer yang lebih besar di setiap negara tempat Amazon beroperasi, termasuk di UE."Tidak ada perusahaan yang lebih peduli tentang bisnis kecil atau telah berbuat lebih banyak untuk mendukung mereka selama dua dekade terakhir selain Amazon," kata juru bicara Amazon.

Baca Juga: Hampir 20.000 Pekerja Amazon Dinyatakan Positif Covid-19

Amazon berpotensi dijatuhi denda 10 persen dari omzet globalnya jika terbukti melanggar undang-undang antimonopoli UE, sekitar 19 miliar dolar AS. Dikhawatirkan, raksasa teknologi yang memiliki sistem operasi seperti iOS Apple, Google di android atau Amazon's Marketplace memanfaatkan kekuatan besarnya atas bisnis yang sepenuhnya bergantung padanya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
Hepatitis Merusak Hati...
Hepatitis Merusak Hati Diam-Diam, Kenali Tanda dan Cara Mencegahnya
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved