Catat! 5 Daerah Ini Konsumsi Listriknya Ambyar Dihajar Corona
Rabu, 25 November 2020 - 17:16 WIB
loading...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mencatat ada sejumlah daerah pasokan listriknya mengalami oversupply karaena terjadi penurunan konsumsi listrik secara signifikan akibat pandemi. Berdasarkan laporan PLN, terdapat lima daerah yang sistem listriknya kelebihan pasokan.
"Dalam kondisi covid ini ada beberapa daerah kita yang oversupply," ujar Direktur Mega Proyek PT PLN (Persero) M Ikhsan Asaad saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (25/11/2020).
Baca Juga: Tingkatkan Akses Listrik di Timur RI, ADB Pinjami PLN USD600 Juta
Menurut daerah daerah-daerah yang mengalami pasokan berlebih di antaranya Jawa dan Bali, di mana itu riset marginnya mencapai 46,6 persen, Sumatera sebesar 55 persen, Kalimantan sekitar 42 persen, serta Sulawesi 58 persen.
Tak hanya di lima wilayah itu, di Indonesia Timur pun terjadinya defisit listrik. Misalnya Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Ikhsan menyebut defisit terjadi akibat dominasi penggunaan pembangkit diesel. Akibatnya, manajemen perseroan akan terus mendorong dan mengakselerasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) bagi daerah-daerah yang masih mengalami defisit listrik atau yang masih menggunakan bahan bakar.
"Dalam kondisi covid ini ada beberapa daerah kita yang oversupply," ujar Direktur Mega Proyek PT PLN (Persero) M Ikhsan Asaad saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (25/11/2020).
Baca Juga: Tingkatkan Akses Listrik di Timur RI, ADB Pinjami PLN USD600 Juta
Menurut daerah daerah-daerah yang mengalami pasokan berlebih di antaranya Jawa dan Bali, di mana itu riset marginnya mencapai 46,6 persen, Sumatera sebesar 55 persen, Kalimantan sekitar 42 persen, serta Sulawesi 58 persen.
Tak hanya di lima wilayah itu, di Indonesia Timur pun terjadinya defisit listrik. Misalnya Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Ikhsan menyebut defisit terjadi akibat dominasi penggunaan pembangkit diesel. Akibatnya, manajemen perseroan akan terus mendorong dan mengakselerasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) bagi daerah-daerah yang masih mengalami defisit listrik atau yang masih menggunakan bahan bakar.
Lihat Juga :