Wishnutama: Membangun Destinasi Berkualitas Bukan Menciptakan Pencakar Langit

loading...
Wishnutama: Membangun Destinasi Berkualitas Bukan Menciptakan Pencakar Langit
Menparekraf Wishnutama Kusubandio mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk mengubah strategi dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Foto/Dok
NUSA DUA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk mengubah strategi dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) , di mana ke depan fokusnya lebih ke turis yang berkualitas ketimbang kuantitas.

"Restrategi dari kuantitas ke kualitas ini sudah kita putuskan sebelum pandemi. Ternyata, strategi quality tourism ini juga tepat diterapkan setelah pandemi," ujarnya dalam Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021 di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Kamis (26/11/2020).

(Baca Juga: Tiga Langkah Kemenparekraf Percepat Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif )

Sebagai catatan, dalam quality tourism penekanannya bukan semata mengejar target jumlah wisman melainkan juga lama tinggal wisman di Indonesia, sehingga spending atau belanja wisman juga lebih tinggi. Dengan begitu, ekonomi berputar dan manfaatnya dirasakan masyarakat.



"Contoh penerapan quality tourism yang berhasil itu di Australia, mereka kunjungan wismannya hanya 10 juta tapi devisanya mencapai 45 miliar dolar. Memang Australia dan Indonesia beda, tapi kita harus berpikir ke arah sana dan membangun ekosistem untuk menunjang pariwisata berkualitas," sebutnya.

Menurut Wishnutama, konsekuensi dari perubahan strategi ini akan luar biasa bagi kemajuan pariwisata Indonesia, namun dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholders. Pasalnya, banyak aspek yang harus disiapkan dan diperbaiki seperti infrastruktur dan konektivitas yang memudahkan pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi.

"Perlu effort luar biasa, mulai dari bandaranya, aviasi, daya tarik destinasi pariwisata, pemasaran, dan sebagainya. Memang karena kondisi pandemi agak terhambat tapi bukan berarti kita tidak siapkan, sehingga nanti ketika pariwisata sudah dibuka lagi untuk wisman kita sudah siap," tuturnya.



Dia mengungkapkan, pengembangan lima destinasi super prioritas yaitu Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur, Danau Toba dan Likupang, merupakan salah satu upaya menyiapkan destinasi berkualitas. Selain itu, dalam merancang dan memasarkan produk wisata juga harus dipastikan ada kekhasan atau keunikan yang ditawarkan dari suatu daerah. Pasalnya, wisman datang ke suatu daerah tentunya ingin merasakan pengalaman yang berbeda dari kesehariannya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top