Jangan Kebelet Ekonomi Tumbuh, Buruan Serap Anggaran dan Yakinkan Vaksin Ampuh

Jum'at, 27 November 2020 - 14:43 WIB
loading...
Jangan Kebelet Ekonomi...
Pemerintah jangan terlalu mengejar pertumbuhan ekonomi ke arah 10% atau bahkan yang lebih tinggi untuk saat ini, ketika serapan anggaran masih lelet dan vaksin covid-19 masih diragukan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro menyebutkan, bahwa pemerintah jangan terlalu mengejar pertumbuhan ekonomi ke arah 10% atau bahkan yang lebih tinggi untuk saat ini. Seharusnya terang dia, pemerintah fokus soal bagaimana bisa menyeimbangkan penanganan Covid dan ekonomi sehingga bisa kembali ke kondisi sebelum pandemi Covid-19.

"Hal ini dapat dilakukan dengan mempercepat serapan anggaran dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas vaksin Covid-19 ," kata Ari dalam IDX Market Review di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

(Baca Juga: Orang Kaya Masih Ogah Belanja dan Terus Simpan Duit, Sri Mulyani Tahu Penyebabnya )

Dia mengatakan, Indonesia bisa mengambil contoh dari China. Di China, sebelum ada vaksin, masyarakat sudah tahu bahwa akan ada vaksin dan ada hasil uji klinis vaksin yang memberikan kepercayaan.

"Yang dituju itu tingkah laku sebelum pandemi, di China mereka biasanya membeli barang-barang tahan lama dan melakukan travelling," tambahnya.

(Baca Juga: Vaksin Hadir Desember, Orang Berduit Masih Takut Belanja )

Di Indonesia saat ini, masyarakat cenderung menahan sebagian pendapatan di tabungan. Mereka menahan diri dengan tidak melakukan pembelian untuk berhemat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buka MNC Forum ke-82,...
Buka MNC Forum ke-82, HT Ungkap Peran Strategis Pasar Modal bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Mengulik Kerentanan...
Mengulik Kerentanan Ekonomi Nasional di Balik Angka Pertumbuhan 5,61 Persen
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan, Purbaya: Angka Jelek Ribut, Angka Tinggi Ribut
Kejar Pertumbuhan Ekonomi...
Kejar Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Dekati 6%, Purbaya Ungkap Fokus Utama Pemerintah
Ekonomi RI 5,61% Tertinggi...
Ekonomi RI 5,61% Tertinggi di G20, Airlangga Akui Berkat Momentum Ramadan dan Lebaran
RI Lepas dari Kutukan...
RI Lepas dari Kutukan Ekonomi 5%, Purbaya Ngak Stress Lagi
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Jebakan Pertumbuhan...
Jebakan Pertumbuhan 5 Persen
Tekanan Fiskal dan Belanja...
Tekanan Fiskal dan Belanja Berkualitas
Rekomendasi
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved