Dukung Energi Hijau, Produsen Biodiesel Terus Tingkatkan Kapasitas Produksi

loading...
Dukung Energi Hijau, Produsen Biodiesel Terus Tingkatkan Kapasitas Produksi
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Industri biodiesel mendukung program energi hijau yang dicanangkan pemerintah melalui pencampuran biodiesel dengan bahan bakar fosil. Komitmen ketahanan energi ini merupakan dukungan bagi pemerintah yang sedang berjibaku menjaga stabilitas ekonomi bangsa.

“Untuk mendukung program B30, saat ini program terbesar di dunia, produsen biodiesel telah merencanakan penambahan kapasitas produksi. Namun, pandemi Covid-19 mengakibatkan rencana penambahan produksi ditunda,” ujar Ketua Umum Asoasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor di Jakarta, Senin (30/11/2020).

(Baca juga: Pengembangan EBT Jadi Stimulus Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19 )

Tumanggor menjelaskan penambahan kapasitas produksi mundur pelaksanaannya hingga tahun 2021 dan 2022 setelah adanya penyesuaian kondisi pandemi covid-19. Pada 2020, direncanakan ada penambahan kapasitas produksi sebesar 3,6 juta KL menjadi mundur ke tahun 2021 3,4 juta KL.



Menurut dia, kelanjutan program B30 di tahun 2020 dapat berjalan optimal dengan dukungan ketersediaan pasokan bahan baku dan kelancaran kegiatan transportasi logistik. Memang ada kendala tapi dapat teratasi dengan baik.

Hal ini terlihat dari data Aprobi bahwa produksi dari Januari sampai Oktober 2020 sebesar 7,197 juta Kl. Dari jumlah ini, penyaluran domestik sebesar 7,076 juta Kl dan ekspor sebesar 16.331 Kl.

(Baca juga: Susi Pudjiastuti Ditantang Debat Ekspor Benih Lobster, Effendi Gazali: Ayo di Mana! )



Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan menyebutkan bahwa implementasi B30 merupakan upaya memenuhi komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26% dari Business As Usual (BAU) pada 2020 dan pengurangan emisi 29% pada tahun 2030.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top