Mendes: Pembangunan Desa Perlu Pendekatan Kearifan Lokal
Kamis, 10 Desember 2020 - 17:37 WIB
loading...
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mencatat, perlu pendekatan kearifan lokal dalam merealisasikan pembangunan di perdesaan. Langkah itu untuk menyinergikan antara peninggalan sejarah dan memasifikan pembangunan infrastruktur di Desa.
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengutarakan, pendekatan kearifan lokal dalam pembangunan akan mampu mempertahankan hasil rekayasa budaya masyarakat berupa peninggalan sejarah di satu sisi. Sementara di sisi lainnya dapat memasifkan pembangunan di Desa.
"Sehingga dengan itu, ada keseimbangan antara mempertahankan adat istiadat, budaya, bahasa, budaya, kearifan lokal, religiusitas yang tinggi dengan berbagai macam agama yang ada dengan upaya-upaya pembangunan untuk masa depan," ujar Abdul Halim dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Kamis (10/12/2020).
(Baca juga: Duit Dana Desa Sisa Rp25,5 Triliun, Buat Apa? )
Dalam kesempatan itu, Mendes pun menyinggung perihal Sustainable Development Goals (SDGs) di Desa, di mana, pihaknya akan berupaya untuk merealisasikan konsep pembangunan berkelanjutan tersebut di seluruh pelosok Desa di Indonesia.
Kemendes PDTT menargetkan dengan adanya penerapan SDGs di Desa, maka langkah pengentasan kemiskinan tanpa tanpa kelaparan bisa terwujud. Dengan begitu, impian Desa sehat dan sejahtera bisa terealisasikan.
"Kita bangun SDGs Desa ke-18, yaitu kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif, dengan satu prinsip agar budaya dan kearifan lokal yang ada dipertahankan. Jangan sampai ditinggalkan karena itu sangat penting," katanya.
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengutarakan, pendekatan kearifan lokal dalam pembangunan akan mampu mempertahankan hasil rekayasa budaya masyarakat berupa peninggalan sejarah di satu sisi. Sementara di sisi lainnya dapat memasifkan pembangunan di Desa.
"Sehingga dengan itu, ada keseimbangan antara mempertahankan adat istiadat, budaya, bahasa, budaya, kearifan lokal, religiusitas yang tinggi dengan berbagai macam agama yang ada dengan upaya-upaya pembangunan untuk masa depan," ujar Abdul Halim dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Kamis (10/12/2020).
(Baca juga: Duit Dana Desa Sisa Rp25,5 Triliun, Buat Apa? )
Dalam kesempatan itu, Mendes pun menyinggung perihal Sustainable Development Goals (SDGs) di Desa, di mana, pihaknya akan berupaya untuk merealisasikan konsep pembangunan berkelanjutan tersebut di seluruh pelosok Desa di Indonesia.
Kemendes PDTT menargetkan dengan adanya penerapan SDGs di Desa, maka langkah pengentasan kemiskinan tanpa tanpa kelaparan bisa terwujud. Dengan begitu, impian Desa sehat dan sejahtera bisa terealisasikan.
"Kita bangun SDGs Desa ke-18, yaitu kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif, dengan satu prinsip agar budaya dan kearifan lokal yang ada dipertahankan. Jangan sampai ditinggalkan karena itu sangat penting," katanya.
Lihat Juga :