Gawat! Stok Gula Industri Menipis, Industri Mamin Bisa Meringis
Selasa, 15 Desember 2020 - 12:27 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Stok gula rafinasi sebagai bahan baku industri makanan dan minuman (mamin) saat ini sudah menipis. Jika tak segera diantisipasi maka akan berdampak pada industri mamin.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, hingga akhir November 2020, stok gula rafinasi hanya sekitar 350.000 ton. Sementara kebutuhan industri mamin untuk satu bulan dalam kondisi normal sekitar 270.000 ton. ( Baca juga:Bank DBS Kucurkan Pinjaman Rp2,6 Triliun ke Garudafood )
"Diperkirakan stok gula rafinasi di awal Januari 2021 hanya tersisa sekitar 80.000 ton," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Selasa (15/12/2020).
Adhi mengaku khawatir, jika tidak segera terpenuhi, maka pasokan gula rafinasi akan menghambat kinerja industri mamin di tahun 2021. Di sisi lain, Thailand yang selama ini berkontribusi dalam memasok bahan baku gula ke Indonesia mengalami kegagalan panen sehingga produksinya menurun drastis. Demikian juga dengan Australia yang mengalami penurunan produksi.
"Salah satu yang harus diambil adalah gula dari Brazil, tetapi perjalanannya membutuhkan waktu 1,5 hingga dua bulan. Belum negosiasi dari kapal, apalagi kondisi saat ini logistik bermasalah sehingga sangat sulit mendapatkan kapal karena kondisi pandemi. Ini mengkhawatirkan kami," ungkapnya.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, hingga akhir November 2020, stok gula rafinasi hanya sekitar 350.000 ton. Sementara kebutuhan industri mamin untuk satu bulan dalam kondisi normal sekitar 270.000 ton. ( Baca juga:Bank DBS Kucurkan Pinjaman Rp2,6 Triliun ke Garudafood )
"Diperkirakan stok gula rafinasi di awal Januari 2021 hanya tersisa sekitar 80.000 ton," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Selasa (15/12/2020).
Adhi mengaku khawatir, jika tidak segera terpenuhi, maka pasokan gula rafinasi akan menghambat kinerja industri mamin di tahun 2021. Di sisi lain, Thailand yang selama ini berkontribusi dalam memasok bahan baku gula ke Indonesia mengalami kegagalan panen sehingga produksinya menurun drastis. Demikian juga dengan Australia yang mengalami penurunan produksi.
"Salah satu yang harus diambil adalah gula dari Brazil, tetapi perjalanannya membutuhkan waktu 1,5 hingga dua bulan. Belum negosiasi dari kapal, apalagi kondisi saat ini logistik bermasalah sehingga sangat sulit mendapatkan kapal karena kondisi pandemi. Ini mengkhawatirkan kami," ungkapnya.
Lihat Juga :