Anggaran Kartu Prakerja Dipotong Rp10 Triliun, Apa Kabar Korban PHK?
Selasa, 15 Desember 2020 - 19:44 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, Airlangga optimis jika pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun depan akan kembali bergeliat. Indikator itu, kata dia, bisa dilihat berdasarkan surplus nilai ekspor Indonesia yang mengalami surplus. Di mana, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, surplus neraca perdagangan terjadi karena nilai ekspor mencapai 15,28 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 6,36 persen dari 14,36 miliar dolar AS pada Oktober 2020. Sedangkan nilai impor mencapai 12,66 miliar dolar AS atau meningkat 17,4 persen dari 10,79 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: Ledakan PHK Makin Ngeri, Jokowi: Ini PR yang Harus Kita Selesaikan
Indikator lain adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melesat hingga mencapai rekor 6.800 pada akhir Desember 2021. Prediksi ini disampaikan oleh JPMorgan, perusahaan jasa keuangan global asal AS. "Kita ketahui bersama capaiannya dari segi ekonomi, kita melihat ada tanda-tanda pemulihan ekonomi yang secara garis besar tadi sudah ada. Ada rilis dari BPS dan ekspor kita juga tinggi kemudian juga terkait dengan kita mengetahui di bursa saham indeks kita sudah berada di atas 6100 JPMorgan menargetkan kita sudah ada 6800 di tahun depan," katanya. Dengan indikator tersebut diatas, maka kemungkinan besar pemerintah melakukan sejumlah penyesuaian terhadap sejumlah program, termasuk Kartu Prakerja.
Baca Juga: Ledakan PHK Makin Ngeri, Jokowi: Ini PR yang Harus Kita Selesaikan
Indikator lain adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melesat hingga mencapai rekor 6.800 pada akhir Desember 2021. Prediksi ini disampaikan oleh JPMorgan, perusahaan jasa keuangan global asal AS. "Kita ketahui bersama capaiannya dari segi ekonomi, kita melihat ada tanda-tanda pemulihan ekonomi yang secara garis besar tadi sudah ada. Ada rilis dari BPS dan ekspor kita juga tinggi kemudian juga terkait dengan kita mengetahui di bursa saham indeks kita sudah berada di atas 6100 JPMorgan menargetkan kita sudah ada 6800 di tahun depan," katanya. Dengan indikator tersebut diatas, maka kemungkinan besar pemerintah melakukan sejumlah penyesuaian terhadap sejumlah program, termasuk Kartu Prakerja.
(nng)
Lihat Juga :