JNE Bantah Tuduhan Danai Kegiatan Radikal dan Terorisme

loading...
JNE Bantah Tuduhan Danai Kegiatan Radikal dan Terorisme
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Tanda pagar atau tagar Tanggapan JNE soal Tagar Boikot di Twitter sempat menjadi trending topik akhir pekan kemarin. Warganet ramai-ramai menyerukan gerakan untuk berhenti menggunakan jasa perusahaan logistik dan kurir tersebut.

(Baca juga : Jawaban Bos JNE Soal Tudingan Afiliasi dengan Ormas Tertentu )

Seperti diketahui, seruan tersebut bermula dari postingan ucapan ulang tahun yang ke-30 untuk JNE dari Sekjen HRS Center, Ustadz Haikal Hassan Baras. Hal tersebut berbuntut panjang, hingga muncul dugaan bahwa JNE berafiliasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu.

(Baca juga: 5 Poin Penjelasan Hotman Paris Soal Kasus Boikot JNE di Medsos )



Menanggapi hal itu, Vice President Marketing JNE, Eri Palgunadi menyebut perusahaannya tidak terafiliasi dengan ormas manapun dan juga tidak pernah memberikan bantuan dana untuk kegiatan yang bersifat radikal.

(Baca juga : Kompensasi Rp39 Miliar untuk Korban Terorisme, Jokowi: Nilainya Tak Sebanding Penderitaan )

"Kami (JNE) katanya mendukung teroris dan gerakan radikal? Kembali lagi JNE tidak pernah berafiliasi dengan lembaga apapun atau organisasi yang merugikan masyarakat. Tak pernah (menyumbang dana)," ujar dia dalam konferensi pers, di Jakarta Utara, Rabu (16/12/2020).



(Baca juga: Unggah Pantun Ormas Radikal, Akun Instagram Humas Polri Diserbu Netizen )

Dia juga menegaskan, tidak ada satu pun pimpinan JNE yang pernah ikut atau hadir dalam pertemuan yang merencanakan aksi demonstrasi di Tanah Air. "Kami sama sekali tidak pernah. Dan tidak pernah terlibat aktivitas politik," tandasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top