Genjot Investasi Migas, Harga Minyak Diharapkan Naik Tahun Ini

Selasa, 12 Januari 2021 - 17:05 WIB
loading...
Genjot Investasi Migas,...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan investasi dari sektor minyak dan gas bumi (migas) tahun ini sebesar USD17,7 miliar. Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal mengatakan, realisasi investasi tidak bisa diprediksi mengingat saat ini sedang menghadapi kondisi krisis yang luar biasa.

Dari sisi permintaan, minyak dan gas mengalami penurunan. Meski sama-sama terpuruk, minyak masih bisa disimpan sebagai cadangan. Namun untuk gas membutuhkan biaya yang besar untuk menyimpannya. "Kita masih di tengah krisis, jadi tidak bisa memprediksi apapun," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Selasa (12/1/2021).

Baca Juga: Indonesia Masih Seksi untuk Memincut Investasi Migas

Dia berharap tahun ini tren kenaikan harga minyak terus berlanjut hingga USD60 per barel. Tren harga minyak mentah sudah naik stabil di atas USD50 per barel sejak awal Desember 2020. Diharapkan tahun 2021 bisa stabil di angka USD60 per barel. "Angka USD60 per barel itu stabil tetapi kita tidak bisa memprediksi karena sedang memperhatikan bagaimana distribusi vaksin ini," jelasnya.

Baca Juga: Pemerintah Dengerin Nih, Insentif Migas Belum Cukup Menarik Bagi Investor

Menurut dia, distribusi vaksin di Indonesia bisa memakan waktu lagi. Bagi orang-orang yang menjadi prioritas bisa memakan waktu sekitar setahun untuk bisa terpenuhi. Namun bagi orang-orang yang di luar prioritas kemungkinan bisa memakan waktu hingga tahun depan. Belum lagi gelombang kedua dari Covid-19 di Indonesia juga perlu diwaspadai. "Kita juga melihat bagaimana efektivitas vaksin tersebut. Sebagai investor, action kita biasanya wait and see dulu, kita tidak mau terlalu menggelontorkan investasi kita," tuturnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Uni Emirat Arab Resmi...
Uni Emirat Arab Resmi Keluar dari OPEC, Harga Minyak Bakal Meledak?
Pengamat: Kemasan Guna...
Pengamat: Kemasan Guna Ulang Bisa Jadi Alternatif Solusi Kenaikan Harga Plastik
Rekomendasi
Liburan Mudah dan Fleksibel...
Liburan Mudah dan Fleksibel dengan Layanan Paylater
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved