Pegal-Pegal Usai Disuntik Vaksin Sinovac, Ini Cerita Kepala BPOM
Kamis, 14 Januari 2021 - 21:34 WIB
loading...
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito mengakui, ada efek samping usai dirinya divaksinasi menggunakan vaksin Covid-19 asal Sinovac. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito mengakui, ada efek samping usai dirinya divaksinasi menggunakan vaksin Covid-19 asal Sinovac, China. Meski begitu, efek yang dirasakan hanya berupa gejala ringan saja. Efek yang dialami adalah pegal-pegal dan rasa lelah. Gejalah itu dirasakan selama dua hari usai dirinya disuntik vaksin, Rabu, 13 Januari 2021 kemarin.
“Saya rasakan juga mungkin adalah lelah bukan bengkak sih. Pegal ya, pegal masih sampai hari ke dua,” ujar Penny dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR, Kamis (14/1/2021).
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Bermasalah, Jangan Harap Layangkan Tuntutan Hukum
Meski begitu, gejala yang dialami sejumlah orang termasuk Penny hanyalah gejala ringan. Sementara gejala berat berupa sakit kepala dan gangguan kulit, dari laporan yang diterima, hanya dirasakan 0,1-1% dari total orang yang divaksin.
“Kalaupun itu dalam derajat berat, dalam bentuk sakit kepala, gangguan kulit selama ini dilaporkan hanya 0,1 sampai 1 persen, di mana efek-efek samping ini walaupun derajatnya termasuk sistemik berat tetapi dapat pulih kembali,” kata dia.
Pemerintah telah menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Istana Merdeka. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin Covid-19. "Tidak terasa sama sekali," ujar Jokowi usai disuntikkan vaksin.
Kemudian, vaksin Covid-19 disuntikkan kepada Ketua IDI Daeng M. Faqih, Sekjen MUI Amiensyah Tambunan, perwakilan PBNU Kiai Ishom, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idaham Azis, dan perwikilan anak muda atau milenial Raffi Ahmad.
“Saya rasakan juga mungkin adalah lelah bukan bengkak sih. Pegal ya, pegal masih sampai hari ke dua,” ujar Penny dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR, Kamis (14/1/2021).
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Bermasalah, Jangan Harap Layangkan Tuntutan Hukum
Meski begitu, gejala yang dialami sejumlah orang termasuk Penny hanyalah gejala ringan. Sementara gejala berat berupa sakit kepala dan gangguan kulit, dari laporan yang diterima, hanya dirasakan 0,1-1% dari total orang yang divaksin.
“Kalaupun itu dalam derajat berat, dalam bentuk sakit kepala, gangguan kulit selama ini dilaporkan hanya 0,1 sampai 1 persen, di mana efek-efek samping ini walaupun derajatnya termasuk sistemik berat tetapi dapat pulih kembali,” kata dia.
Pemerintah telah menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Istana Merdeka. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin Covid-19. "Tidak terasa sama sekali," ujar Jokowi usai disuntikkan vaksin.
Kemudian, vaksin Covid-19 disuntikkan kepada Ketua IDI Daeng M. Faqih, Sekjen MUI Amiensyah Tambunan, perwakilan PBNU Kiai Ishom, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idaham Azis, dan perwikilan anak muda atau milenial Raffi Ahmad.
Lihat Juga :