Pembiayaan Fintech Pendanaan Tembus Rp146 T per November 2020
Jum'at, 15 Januari 2021 - 13:11 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan financial technology (fintech) pendanaan menjadi bagian yang dominan dibandingkan fintech dengan model bisnis lain dalam distribusi ekosistem fintech.
Juru Bicara AFPI Andi Taufan menuturkan di tengah kondisi pandemi, sepanjang 2020, pembiayaan fintech pendanaan meningkat 25% menjadi Rp73 triliun dibanding 2019, sehingga akumulasi pembiayaan per November 2020 menjadi Rp146,25 triliun. "Berdasarkan trennya, pembiayaan fintech pendanaan akan mencapai Rp100 triliun pada 2021," ujar Taufan di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
(Baca juga: Tantangan Pertumbuhan Industri Fintech 2021 )
Fintech pendanaan akan terus mendukung perekonomian nasional dengan mengisi credit gap dari total kebutuhan kredit nasional. Menurut data Bank Dunia, total kebutuhan dana kredit Rp1.649 triliun, terdapat kesenjangan kredit di Indonesia sekitar Rp988 triliun per tahun atau USD70 per tahun, karena kapasitas penyaluran kredit industri tradisional sekitar Rp660 triliun.
"Fintech pendanaan baru mengisi 7% dari credit gap ini pada tahun ini. Di sinilah tantangan industri untuk terus meningkatkan peranannya,” jelas Taufan.
Juru Bicara AFPI Andi Taufan menuturkan di tengah kondisi pandemi, sepanjang 2020, pembiayaan fintech pendanaan meningkat 25% menjadi Rp73 triliun dibanding 2019, sehingga akumulasi pembiayaan per November 2020 menjadi Rp146,25 triliun. "Berdasarkan trennya, pembiayaan fintech pendanaan akan mencapai Rp100 triliun pada 2021," ujar Taufan di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
(Baca juga: Tantangan Pertumbuhan Industri Fintech 2021 )
Fintech pendanaan akan terus mendukung perekonomian nasional dengan mengisi credit gap dari total kebutuhan kredit nasional. Menurut data Bank Dunia, total kebutuhan dana kredit Rp1.649 triliun, terdapat kesenjangan kredit di Indonesia sekitar Rp988 triliun per tahun atau USD70 per tahun, karena kapasitas penyaluran kredit industri tradisional sekitar Rp660 triliun.
"Fintech pendanaan baru mengisi 7% dari credit gap ini pada tahun ini. Di sinilah tantangan industri untuk terus meningkatkan peranannya,” jelas Taufan.
Lihat Juga :