Bos OJK Dukung Terciptanya Bank Syariah Berskala Besar

loading...
Bos OJK Dukung Terciptanya Bank Syariah Berskala Besar
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung keberadaan bank syariah berskala ekonomi besar di Indonesia. Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan, ini semakin dekat dengan adanya konsolidasi bank syariah milik negara.

Sebagai informasi, mulai tahun ini ada satu bank syariah besar yang lahir. Bank tersebut bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk., yang merupakan hasil penggabungan usaha tiga bank milik anak usaha BUMN yakni PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri.

"Ke depannya kami berharap Bank Syariah Indonesia dapat menjadi bank Buku IV dan berkontribusi optimal bagi perekonomian Indonesia," kata Wimboh di Jakarta, Sabtu (16/1/2021).

(Baca juga: Bank Syariah Indonesia Jadi Pintu Masuk Pendorong Pertumbuhan Ekonomi )



Langkah konsolidasi ini juga perlu diikuti oleh pelaku industri keuangan syariah lainnya. Serta peningkatan nilai tambah dan daya saing produk keuangan syariah juga menjadi perhatian.

"Industri keuangan syariah diharapkan dapat berperan optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini akan kami wujudkan dengan melakukan integrasi sektor jasa keuangan dalam pengembangan industri halal dan ekosistem ekonomi syariah," bebernya.

Selain itu, meningkatkan peran jasa keuangan dalam sustainable finance dalam upaya mencapai SDGs. Serta mengapresiasi berbagai pihak yang telah mendukung implementasi Roadmap Sustainable Finance tahap I dengan terbitnya berbagai instrumen keuangan yang ramah lingkungan dan sosial seperti Green Bonds, Green Sukuk maupun inovasi pembiayaan melalui Blended Finance.



(baca juga: Jokowi ke OJK: Pengawasannya Jangan Mandul & Masuk Angin! )

"Melanjutkan inisiatif ini, kontribusi Sektor Jasa Keuangan dalam mendukung tercapainya SDGs melalui Sustainable Finance akan terus didorong dengan terciptanya ekosistem sustainable finance yang komprehensif dan kondusif yang kami jabarkan dalam Roadmap Sustainable Finance Tahap II tahun 2021-2025," tandasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top