BLT Dana Desa Diperpanjang hingga Akhir 2021, Dapat Rp300 Ribu Per Bulan

Minggu, 17 Januari 2021 - 15:01 WIB
loading...
BLT Dana Desa Diperpanjang hingga Akhir 2021, Dapat Rp300 Ribu Per Bulan
Ada tiga tahap dalam penyaluran BLT dana desa. Ketiga penyaluran ini akan dilakukan secara bertahap dalam pemberian BLT bagi masyarakat desa yang membutuhkan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan untuk memperpanjang penyaluran penyaluran dana desa hingga akhir 2021. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Virus Covid. Adapun Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa akan disalurkan secara bertahap.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, BLT dana desa diberikan sebesar Rp300.000 per bulan per keluarga. "BLT tetap kita salurkan dari Januari hingga Desember 2021," demikian dikutip buku APBN Kita, Minggu (17/1/2021).

Baca Juga: Diperluas Jadi Jaring Pengaman Sosial, Sri Mulyani Tambah BLT Dana Desa

Lanjutnya, ada tiga tahap dalam penyaluran BLT dana desa. Ketiga penyaluran ini akan dilakukan secara bertahap dalam pemberian BLT bagi masyarakat desa yang membutuhkan. "Ada tiga tahap penyaluran BLT dengan dikategorikan. BLT ini akan masuk dalam APBD di 2021," tulisnya.

Sementara itu, pemerintah telah menyalurkan Dana Desa sebesar Rp71,1 triliun atau 99,87% dari pagu APBN Perpres Nomor 72 Tahun 2020 sepanjang tahun lalu. Penyaluran ini menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan dengan yang telah diterima Rekening Kas Desa (RKD) tahun lalu. Pada periode yang sama, akhir Desember 2019 penyaluran Dana Desa hanya mencapai 98,87% dari pagu alokasi.

Perbaikan tersebut terjadi karena adanya perubahan kebijakan penyaluran dana desa yang menyederhanakan proses. Perbaikan tersebut dilakukan Pemerintah dengan mengubah kebijakan penyaluran Dana Desa melalui penyederhanaan proses penyaluran Dana Desa.

Baca Juga: Serapan BLT Dana Desa Lampaui Rp20 Triliun per 9 Desember

Pada tahun 2020, penyaluran Dana Desa dilaksanakan oleh KPPN. Dilakukan melalui mekanisme pemindahbukuan Dana Desa dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dan pemindahbukuan dari RKUD ke Rekening Kas Desa (RKD) pada waktu yang bersamaan.

Sehingga Dana Desa lebih cepat diterima oleh desa dan nilainya lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya dalam periode yang sama. Selain itu, sebagai respons atas pandemi Covid-19 dilakukan juga penyesuaian terhadap kebijakan pengelolaan Dana Desa yang tertuang dalam PMK Nomor 156/PMK.07/2020 tentang Perubahan Ketiga atas PMK Nomor 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.
(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2143 seconds (11.252#12.26)