Bos BKPM: Pak Gubernur dan Bupati, Kalau Ada Investasi Masuk Mohon Libatkan UMKM

Senin, 18 Januari 2021 - 11:24 WIB
loading...
Bos BKPM: Pak Gubernur...
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berpesan bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik harus dibarengi dengan pertumbuhan pemerataan ekonomi.

"Selama ini, kami keliling-keliling daerah, dan para gubernur dan bupati selalu menyampaikan bahwa mereka berharap agar dari investasi yang masuk, agar daerah mengambil bagian. Konon katanya, selama ini sudah ada, tapi belum maksimal," lapor Bahlil kepada Presiden Joko Widodo seusai kegiatan penandatanganan kerja sama dalam rangka kemitraan penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) antara usaha besar dan UMKM di Jakarta, Senin(18/1/2021).

Baca Juga: Singgung Investasi dan Angka Ekspor-Impor, Jokowi: Hati-hati Jangan Berpuas Diri

Dia mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk jawaban bahwa tidak ada lagi investasi masuk ke Indonesia yang tidak melibatkan anak-anak daerah dan UMKM untuk mengambil bagian, dalam rangka meningkatkan ekonomi daerah dan nasional.

"Kami juga melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut MoU antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan BKPM," ucap Bahlil.

Dia mengatakan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki selalu menyampaikan bahwa jangan lagi UMKM Indonesia jualan beras dan kerupuk terus. Terlebih, investasi kali ini senilai Rp1,5 triliun adalah UMKM yang melakukan supply chain, jadi ini sudah lebih mendekati modernisasi. "Jual sembako dan kerupuk itu pascakemerdekaan, sekarang kita sudah harus berbenah," tandas Bahlil.

BKPM juga sekarang harus menjalankan arahan dari Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B Panjaitan, dimana tidak boleh bagi pengusaha untuk mengatur negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Rekomendasi
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Rendang dan Gulai Masuk...
Rendang dan Gulai Masuk Daftar Rebusan Terenak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved