Penghasilan Pekerja yang Hilang Rp1.000 Triliun Bisa Saja Berlanjut
Jum'at, 22 Januari 2021 - 11:01 WIB
loading...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan bahwa selama pandemi pekerja kehilangan penghasilan sebesar Rp1.000 triliun. Kehilangan penghasilan itu karenanya berkurangnya jam kerja mereka.
Para pekerja yang kehilangan penghasilan itu berasal dari sektor industri manufaktur dan pariwisata. Di industri manufaktur sebanyak 12 juta pekerja dan pariwisata sebanyak 18 juta pekerja. ( Baca juga:OMG...! Pandemi Bikin Pekerja Kehilangan Penghasilan Sebesar Rp1.000 Triliun )
Peneliti Indef Nailul Huda mengatakan, sepertinya tahun ini masalah pengangguran dan pendapatan pekerja yang berkurang bakal berlanjut. Bahkan jika penanganan pandemi masih amburadul dan program pemulihan ekonomi belum optimal, besar kemungkinan masalah pengangguran akan meningkat.
Baca juga : Mensos Pekerjakan 15 Pemulung di PT Waskita Karya
Huda melihat permasalahan pandemi ini dari sisi permintaan masyarakat yang menurun yang menyebabkan produksi di industri manufaktur ataupun pariwisata sangat turun tajam.
Para pekerja yang kehilangan penghasilan itu berasal dari sektor industri manufaktur dan pariwisata. Di industri manufaktur sebanyak 12 juta pekerja dan pariwisata sebanyak 18 juta pekerja. ( Baca juga:OMG...! Pandemi Bikin Pekerja Kehilangan Penghasilan Sebesar Rp1.000 Triliun )
Peneliti Indef Nailul Huda mengatakan, sepertinya tahun ini masalah pengangguran dan pendapatan pekerja yang berkurang bakal berlanjut. Bahkan jika penanganan pandemi masih amburadul dan program pemulihan ekonomi belum optimal, besar kemungkinan masalah pengangguran akan meningkat.
Baca juga : Mensos Pekerjakan 15 Pemulung di PT Waskita Karya
Huda melihat permasalahan pandemi ini dari sisi permintaan masyarakat yang menurun yang menyebabkan produksi di industri manufaktur ataupun pariwisata sangat turun tajam.
Lihat Juga :