Penghasilan Pekerja yang Hilang Rp1.000 Triliun Bisa Saja Berlanjut

loading...
Penghasilan Pekerja yang Hilang Rp1.000 Triliun Bisa Saja Berlanjut
foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan bahwa selama pandemi pekerja kehilangan penghasilan sebesar Rp1.000 triliun. Kehilangan penghasilan itu karenanya berkurangnya jam kerja mereka.

Para pekerja yang kehilangan penghasilan itu berasal dari sektor industri manufaktur dan pariwisata. Di industri manufaktur sebanyak 12 juta pekerja dan pariwisata sebanyak 18 juta pekerja. ( Baca juga:OMG...! Pandemi Bikin Pekerja Kehilangan Penghasilan Sebesar Rp1.000 Triliun )

Peneliti Indef Nailul Huda mengatakan, sepertinya tahun ini masalah pengangguran dan pendapatan pekerja yang berkurang bakal berlanjut. Bahkan jika penanganan pandemi masih amburadul dan program pemulihan ekonomi belum optimal, besar kemungkinan masalah pengangguran akan meningkat.

Baca juga : Mensos Pekerjakan 15 Pemulung di PT Waskita Karya



Huda melihat permasalahan pandemi ini dari sisi permintaan masyarakat yang menurun yang menyebabkan produksi di industri manufaktur ataupun pariwisata sangat turun tajam.

Baca juga : 24 Juta Pekerja di Indonesia Kehilangan Pendapatan Rp360 Triliun

"Untuk apa mereka produksi tapi barangnya tidak laku di pasar. Nah penyebab menurunnya permintaan ada dua yang utama, masyarakat masih takut untuk konsumsi secara langsung dan masyarakat tidak punya dana untuk melakukan konsumsi," ucapnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (22/1/2021). ( Baca juga:Kasus Covid-19 Belum Juga Turun, Tersisa 1.059 Tempat Tidur di RSDC Wisma Atlet )



Dengan angka kasus covid-19 yang terus meroket, masyarakat semakin takut mengkonsumsi barang secara langsung.

"Mereka juga takut untuk berwisata. Maka penting untuk menangani pandemi terlebih dahulu," ujar dia.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top